Kamis, 14 Mei 2026

Ismail Sabri Ditunjuk Sebagai PM Baru Malaysia

Penulis : Grace El Dora
20 Aug 2021 | 20:17 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. ( Foto: Bernama )
Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. ( Foto: Bernama )

KUALA LUMPUR - Ismail Sabri Yaakob, yang merupakan wakil perdana menteri pada pemerintahan terakhir, diangkat oleh raja sebagai pemimpin baru Malaysia. Penetapan setelah Ismail Sabri menerima dukungan dari sebagian besar anggota parlemen.

Ia diangkat sebagai perdana menteri baru pada Jumat (20/8), menyusul keruntuhan pemerintahan sebelumnya. Partai yang sebelumnya dilanda skandal merebut kembali kepemimpinan yang hilang pada pemilihan penting 2018.

Perdana menteri sebelumnya, Muhyiddin Yassin, mengundurkan diri pada Senin (23/8) setelah 17 bulan pergolakan terkait jabatannya dan kehilangan dukungan parlemen. Di saat yang sama, kemarahan tumbuh atas penanganan pemerintah terhadap wabah virus corona yang memburuk.

Pemimpin yang akan datang berasal dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), kunci utama dari koalisi yang memerintah selama enam dekade. Partai tersebut kehilangan kekuasaan pada 2018 di tengah skandal korupsi 1MDB bernilai miliaran dolar.

ADVERTISEMENT

UMNO telah mendapatkan kembali pijakan dalam kekuasaan sebagai mitra dalam pemerintahan terakhir. Kemenangan Ismail Sabri berarti partainya telah merebut kembali posisi teratas negara itu tanpa pemilihan.

Raja konstitusional memilih pemimpin berdasarkan siapa yang mendapat dukungan mayoritas di parlemen, bukan berdasarkan hasil pemilihan. Ini dilakukan karena khawatir bahwa jajak pendapat secara nasional mungkin memperburuk gelombang terbaru virus di negara itu.

Setelah pertemuan keluarga kerajaan, istana mengatakan bahwa Yang Dipertuan Agung Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah telah menunjuk Ismail Sabri setelah menilai dia memiliki dukungan paling banyak.

Raja yang dihormati secara luas juga meminta para politisi yang berkonflik di negara itu untuk fokus memerangi pandemi. "Raja berharap dengan penunjukan perdana menteri baru, turbulensi politik di negara ini akan diselesaikan dengan cepat.... Menyingkirkan agenda politik mereka dan sebaliknya bersatu untuk memerangi pandemi untuk memastikan kemakmuran bangsa," kata istana dalam sebuah pernyataan, Jumat (20/8).

Anwar Kalah

Pemimpin oposisi lama Anwar Ibrahim, yang telah mengincar posisi sebagai perdana menteri selama lebih dari dua dekade, kehilangan kesempatan menduduki jabatan tersebut.

Ismail Sabri menjadi perdana menteri ketiga Malaysia sejak pemilihan 2018 memicu periode penuh gejolak politik di negara berpenduduk 32 juta jiwa itu.

Tetapi pemerintahannya pada dasarnya adalah versi pengulangan dari yang baru saja runtuh. Posisi baru diatur untuk memiliki mayoritas parlementer yang tipis, memicu kekhawatiran bahwa hal itu bisa sama tidak stabilnya.

Sebuah petisi daring menentang Ismail menjadi perdana menteri dan lebih dari 330.000 tanda tangan telah terkumpul. Mereka berpendapat Ismail telah salah menangani wabah virus selama menjabat di pemerintahan Muhyiddin.

Ada juga kekhawatiran bahwa dengan kembalinya UMNO di posisi perdana menteri, kasus korupsi atas beberapa anggota parlemen dapat terpengaruh.

Itu termasuk kasus terhadap mantan pemimpin Najib Razak, yang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara karena penipuan 1MDB setelah kehilangan kekuasaan pada 2018. Dia tetap bebas sambil menunggu proses banding.

Setelah jajak pendapat 2018, aliansi reformis mengambil alih kekuasaan tetapi pemerintahan runtuh di tengah pertikaian, membuka jalan bagi Muhyiddin untuk mengambil alih kekuasaan. (afp/eld)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 57 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia