Kenaikan Laba TotalEnergies Didorong Rebound Harga Komoditas
LONDON, investor.id – Perusahaan minyak Prancis, TotalEnergies melaporkan kenaikan tajam laba sepanjang tahun pada Kamis (10/2) karena didorong oleh harga komoditas yang mengalami rebound besar.
Raksasa minyak dan gas (migas) itu menyampaikan pendapatan bersih 2021 yang disesuaikan sebanyak US$ 18,1 miliar, sementara laba bersihnya mencapai US$ 16 miliar.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan perolehan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$ 4,1 miliar dan kerugian bersih sebesar US$ 7,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Sementara, para analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan laba bersih 2021 yang disesuaikan akan mencapai US$ 17,1 miliar.
Sedangkan untuk kuartal terakhir 2021, TotalEnergies melaporkan pendapatan yang disesuaikan sebesar US$ 6,8 miliar alias melampaui ekspektasi analis sebesar US$ 6,1 miliar.
CEO TotalEnergies Patrick Pouyanné mengungkapkan dalam pernyataan bahwa model multi-energi perusahaan menunjukkan kemampuannya untuk meraup keuntungan penuh dari lingkungan yang sangat menguntungkan, terutama di sektor LNG dan listrik.
Demikian dilansir CNBC. Lonjakan harga gas global selama bulan-bulan terakhir pada 2021, ditambah reli harga minyak ke level tertinggi tujuh tahun, telah membuat raksasa bahan bakar fosil terbesar di dunia itu mengumpulkan pendapatan besar.
Sebelumnya pada Selasa (8/2), perusahaan minyak Inggris BP melaporkan perolehan keuntungannya yang melonjak ke level tertinggi delapan tahun hampir US$ 13 miliar, sementara rivalnya Shell membukukan pendapatan tahunan US$ 19,3 miliar.
Perusahaan pesaing Amerika Serikat (AS), Chevron dan Exxon Mobil juga mencatat laba bersih sepanjang tahun, masing-masing sebesar US$ 15,6 miliar dan US$ 23 miliar.
Situasi tersebut menandai perubahan dramatis dari 2020, di saat industri minyak dan gas mengalami keadaan mengerikan hampir 12 bulan.
Buyback Saham
Sebagai informasi, TotalEnergies juga mengumumkan dividen final sebesar 0,66 euro (US$ 0,75) per saham, sehingga total untuk 2021 menjadi 2,64 euro per saham.
Baca Juga:
Produsen Minyak Komit Pangkas ProduksiPerusahaan tersebut telah menguraikan peningkatan dividen interim sebesar 5% pada 2022, dan merencanakan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 2 miliar untuk semester pertama 2022. Ada pun utang bersih TotalEnergies berkurang menjadi US$ 20,8 miliar pada akhir 2021, turun dari $29,3 miliar jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020.
Saham TotalEnergies juga sedikit berubah selama transaski perdagangan pagi di London. Yang mana harga saham perusahaan naik lebih dari 16% year-to-date.
Namun para analis energi telah memperingatkan bahwa kalangan investor kemungkinan akan menyimpan tingkat skeptisisme luar biasa atas prospek jangka panjang industri, terutama di tengah tekanan terus-menerus untuk secara besar-besaran mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. (sumber lain)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

