Kamis, 14 Mei 2026

Kenaikan Laba TotalEnergies Didorong Rebound Harga Komoditas

Penulis : Happy Amanda Amalia
11 Feb 2022 | 11:32 WIB
BAGIKAN
Raksasa produsen minyak Prancis, Total pada 9 Februari 2021 memperlihatkan anggota dewan direksi Total menghadiri pertemuan di kantor pusat grup di bawah plang logo nama masa depan perusahaan TotalEnergies, di La Defense, di luar Paris. ( Foto: Handout / TOTAL / AFP )
Raksasa produsen minyak Prancis, Total pada 9 Februari 2021 memperlihatkan anggota dewan direksi Total menghadiri pertemuan di kantor pusat grup di bawah plang logo nama masa depan perusahaan TotalEnergies, di La Defense, di luar Paris. ( Foto: Handout / TOTAL / AFP )

LONDON, investor.id Perusahaan minyak Prancis, TotalEnergies melaporkan kenaikan tajam laba sepanjang tahun pada Kamis (10/2) karena didorong oleh harga komoditas yang mengalami rebound besar.

Raksasa minyak dan gas (migas) itu menyampaikan pendapatan bersih 2021 yang disesuaikan sebanyak US$ 18,1 miliar, sementara laba bersihnya mencapai US$ 16 miliar.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan perolehan laba bersih yang disesuaikan sebesar US$ 4,1 miliar dan kerugian bersih sebesar US$ 7,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara, para analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan laba bersih 2021 yang disesuaikan akan mencapai US$ 17,1 miliar.

ADVERTISEMENT

Sedangkan untuk kuartal terakhir 2021, TotalEnergies melaporkan pendapatan yang disesuaikan sebesar US$ 6,8 miliar alias melampaui ekspektasi analis sebesar US$ 6,1 miliar.

CEO TotalEnergies Patrick Pouyanné mengungkapkan dalam pernyataan bahwa model multi-energi perusahaan menunjukkan kemampuannya untuk meraup keuntungan penuh dari lingkungan yang sangat menguntungkan, terutama di sektor LNG dan listrik.

Demikian dilansir CNBC. Lonjakan harga gas global selama bulan-bulan terakhir pada 2021, ditambah reli harga minyak ke level tertinggi tujuh tahun, telah membuat raksasa bahan bakar fosil terbesar di dunia itu mengumpulkan pendapatan besar.

Sebelumnya pada Selasa (8/2), perusahaan minyak Inggris BP melaporkan perolehan keuntungannya yang melonjak ke level tertinggi delapan tahun hampir US$ 13 miliar, sementara rivalnya Shell membukukan pendapatan tahunan US$ 19,3 miliar.

Perusahaan pesaing Amerika Serikat (AS), Chevron dan Exxon Mobil juga mencatat laba bersih sepanjang tahun, masing-masing sebesar US$ 15,6 miliar dan US$ 23 miliar.

Situasi tersebut menandai perubahan dramatis dari 2020, di saat industri minyak dan gas mengalami keadaan mengerikan hampir 12 bulan.

Buyback Saham

Sebagai informasi, TotalEnergies juga mengumumkan dividen final sebesar 0,66 euro (US$ 0,75) per saham, sehingga total untuk 2021 menjadi 2,64 euro per saham.

Perusahaan tersebut telah menguraikan peningkatan dividen interim sebesar 5% pada 2022, dan merencanakan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 2 miliar untuk semester pertama 2022. Ada pun utang bersih TotalEnergies berkurang menjadi US$ 20,8 miliar pada akhir 2021, turun dari $29,3 miliar jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020.

Saham TotalEnergies juga sedikit berubah selama transaski perdagangan pagi di London. Yang mana harga saham perusahaan naik lebih dari 16% year-to-date.

Namun para analis energi telah memperingatkan bahwa kalangan investor kemungkinan akan menyimpan tingkat skeptisisme luar biasa atas prospek jangka panjang industri, terutama di tengah tekanan terus-menerus untuk secara besar-besaran mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. (sumber lain)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia