Badan Antimonopoli Filipina Anjurkan Perusahaan Merger dan Akuisisi
MANILA, investor.id – Diperlukan lebih banyak kesepakatan merger dan akuisisi di Filipina untuk mendapatkan persetujuan sebelumnya, kata pengawas persaingan pada Jumat (16/9). Badan antimonopoli Filipina tersebut kini berusaha memperluas tinjauan transaksi untuk melindungi konsumen dengan lebih baik, dengan menganjurkan perusahaan untuk melakukan merger dan akuisisi.
Puluhan perusahaan dalam dua tahun terakhir dibebaskan dari memberi tahu badan antimonopoli. Lembaga tersebut juga meminta persetujuan untuk pengambilalihan dan merger, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong dan mempercepat kesepakatan selama pandemi.
Tetapi efektif hingga Jumat, merger dan akuisisi yang bernilai di atas 2,5 miliar peso (US$ 43 juta) akan ditinjau, kata Komisi Persaingan Filipina (PCC) dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan dengan aset atau pendapatan lebih dari 6,1 miliar peso (US$ 106,35 juta) yang terlibat dalam kesepakatan tersebut juga harus meminta persetujuan PCC.
Itu dibandingkan dengan ambang kesepakatan yang jauh lebih besar di atas 50 miliar peso (US$ 871 juta) yang diperkenalkan untuk periode dua tahun mulai September 2020.
Selama waktu itu, PCC membebaskan 55 kesepakatan perusahaan dari tinjauan wajib dan menyetujui enam transaksi.
Pemerintah Filipina meluncurkan operasi badan anti trust pada 2016. Tujuannya mendorong investasi asing dan meningkatkan persaingan di sektor-sektor di mana konsumen telah lama mengeluhkan biaya tinggi dan layanan yang buruk.
Sejak itu, lembaga tersebut telah menerima 227 pemberitahuan dan menyetujui 205 transaksi dengan nilai gabungan 4,63 triliun peso (US$ 80,73 miliar).
“Pihak yang mengetahui merger dan akuisisi yang tidak memenuhi ambang batas dalam dua tahun terakhir, tetapi yang mungkin menyebabkan monopoli atau efek buruk di pasar dapat melaporkannya,” kata PCC dalam pernyataannya.
(US$ 1 = 57,3500 peso Filipina)
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler





