Kamis, 14 Mei 2026

Asean-Rusia Bahas Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Zona Bebas Nuklir Kawasan

Penulis : Happy Amanda Amalia
13 Jul 2023 | 14:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey V. Lavrov, pada pertemuan "Asean Post Ministerial Conference with Russia" pada Kamis (13/07/2023), di Jakarta. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey V. Lavrov, pada pertemuan "Asean Post Ministerial Conference with Russia" pada Kamis (13/07/2023), di Jakarta. (Foto: Kemlu RI)

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengusung dua area kolaborasi yang perlu mendapat dorongan kuat dari Asean dengan Rusia, yaitu soal ketahanan pangan dan kepastian zona bebas senjata nuklir di wilayah Asia Tenggara. Hal ini disampaikan saat kegiatan “Asean Post-Ministerial Conference with Russia”, yang juga dihadiri oleh Menlu Rusia Sergey Lavrov pada Kamis (13/07/2023).

Menurut Retno, Rusia telah lebih dari 26 tahun menjadi mitra dialog Asean di mana lima tahun lalu hubungan keduanya naik menjadi kemitraan strategis. Tetapi situasi dunia saat ini telah berubah drastis. Ia pun berharap Rusia dapat mendukung pengarusutamaan “Asean Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)” dan kerja-kerja Asean dengan para mitra.

Terkait kerja sama di bidang ketahanan pangan, Asean berencana mengajukan “Deklarasi Pemimpin untuk Penguatan Ketahanan Pangan dan Nutrisi untuk Merespons Krisis” pada KTT Asean ke-43 pada September 2023.

ADVERTISEMENT

“Dukungan Rusia terhadap inisiatif ini sangat penting mengingat status Rusia sebagai produsen gandum dan pupuk global,” kata Menlu Retno.

Ia juga mengatakan, paradigma kolaborasi dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia.

“Sebagai teman Rusia maupun Ukraina, Indonesia tak kenal lelah untuk menyerukan perdamaian. Kemitraan kita harus mewujudkan paradigma ini dalam tindakan nyata,” ujar Retno.

Asean sendiri diibentuk untuk menjaga perdamaian jangka panjang dan kemakmuran inklusif di kawasan. Hal ini tidak mungkin tercapai tanpa memastikan Asia Tenggara tetap sebagai kawasan bebas senjata nuklir.

“Oleh karena itu, semua negara pemilik senjata nuklir harus memajukan non-proliferasi dan perlucutan senjata. Untuk itu, saya harap Rusia dapat mengaksesi Protokol Trakat SEANWFZ sesegera mungkin,” tutur Retno.

Sementara itu, Menlu Lavrov menegaskan dukungan Rusia terhadap sentralitas Asean dalam pembangunan arsitektur kawasan inklusif di Indo-Pasifik sebagai fondasi keamanan dan kemakmuran, berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB.

“Kami secara konsisten mendukung penguatan arsitektur Sentralitas Asean, yang harus tetap menjadi dasar bagi keamanan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik,” ujar dia.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 29 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 40 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia