Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Tiongkok dalam Masalah, Tilik Penyebabnya

Penulis : Grace El Dora
22 Aug 2023 | 20:03 WIB
BAGIKAN
Seorang perempuan membuka payungnya untuk menutupi panas saat ia berjalan di luar sebuah mal di Beijing, Tiongkok pada 21 Agustus 2023. (Foto: Investor Daily/AP Photo/Andy Wong)
Seorang perempuan membuka payungnya untuk menutupi panas saat ia berjalan di luar sebuah mal di Beijing, Tiongkok pada 21 Agustus 2023. (Foto: Investor Daily/AP Photo/Andy Wong)

Penurunan Demografis

Terlebih lagi, Tiongkok menghadapi beberapa tantangan jangka Panjang seperti krisis populasi dan ketegangan hubungan dengan mitra dagang utama seperti AS dan Eropa.

Tingkat kesuburan total negara itu, jumlah rata-rata bayi yang akan dimiliki seorang wanita selama hidupnya, turun ke rekor terendah 1,09 tahun lalu dari 1,30 hanya dua tahun sebelumnya, menurut laporan baru-baru ini oleh Jiemian.com milik negara, mengutip a studi oleh unit Komisi Kesehatan Nasional.

Itu berarti tingkat kesuburan Tiongkok sekarang bahkan lebih rendah dari Jepang, negara yang sudah lama dikenal dengan masyarakatnya yang menua.

ADVERTISEMENT

Awal tahun ini, otoritas negara itu merilis data yang menunjukkan populasinya mulai menyusut tahun lalu untuk pertama kalinya dalam enam dekade.

"Demografi Tiongkok yang menua menghadirkan tantangan signifikan terhadap potensi pertumbuhan ekonominya," kata analis dari Moody's Investors Service dalam laporan penelitian pekan lalu.

Penurunan pasokan tenaga kerja dan peningkatan belanja kesehatan dan sosial dapat menyebabkan defisit fiskal yang lebih luas dan beban utang yang lebih tinggi. Tenaga kerja yang lebih kecil juga dapat mengikis tabungan domestik, yang mengakibatkan suku bunga lebih tinggi dan investasi menurun.

“Permintaan perumahan akan turun dalam jangka panjang,” tambah mereka.

Demografi, bersama dengan migrasi yang melambat dari pedesaan ke daerah perkotaan dan rekahan geopolitik, bersifat “struktural” dan sebagian besar di luar kendali pembuat kebijakan, jelas Evans-Pritchard.

“Gambaran besarnya adalah tren pertumbuhan telah turun secara substansial sejak dimulainya pandemi dan tampaknya akan terus menurun dalam jangka menengah,” katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia