Kamis, 14 Mei 2026

DEFEND ID Buka Suara soal Tudingan Pasok Senjata ke Myanmar

Penulis : Jayanty Nada Shofa
4 Okt 2023 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Personel Polda Aceh menata barang bukti senjata api laras panjang beserta amunisi saat konferensi pers di Banda Aceh, Aceh, baru-baru ini. Menurut Polda Aceh, dua pucuk senjata api M16 beserta tiga magasin, 55 butir peluru kaliber 7,62 milimeter, dan 15 butir peluru kaliber 5,56 milimeter itu merupakan senjata bekas konflik yang diserahkan warga melalui tokoh masyarakat kepada pihak kepolisian di Kabupaten Pidie, Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa/tom)
Personel Polda Aceh menata barang bukti senjata api laras panjang beserta amunisi saat konferensi pers di Banda Aceh, Aceh, baru-baru ini. Menurut Polda Aceh, dua pucuk senjata api M16 beserta tiga magasin, 55 butir peluru kaliber 7,62 milimeter, dan 15 butir peluru kaliber 5,56 milimeter itu merupakan senjata bekas konflik yang diserahkan warga melalui tokoh masyarakat kepada pihak kepolisian di Kabupaten Pidie, Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa/tom)

JAKARTA, investor.id - Holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID angkat suara soal tudingan perusahaannya memasok senjata ke junta militer Myanmar. Sebagaimana diketahui, Pindad, Dirgantara Indonesia, serta PAL menjadi sorotan setelah dituding memasok senjata ke Myanmar.

Lewat keterangan tertulis, DEFEND ID menegaskan tidak pernah melakukan ekspor produk industri pertahanan ke Myanmar pascakudeta 1 Februari 2021. DEFEND ID mengatakan hal tersebut sejalan dengan Resolusi Majelis Umum PBB nomor 75/287 yang melarang suplai senjata ke Myanmar.

“Kami pastikan bahwa PT Pindad tidak melakukan kegiatan ekspor produk alpalhankam ke Myanmar terutama setelah adanya himbauan DK PBB pada 1 Februari 2021 terkait kekerasan di Myanmar,” demikian bunyi keterangan tertulis DEFEND ID yang diterima Rabu (4/10/2023).

ADVERTISEMENT

DEFEND ID menegaskan ekspor ke Myanmar oleh Pindad dilakukan di tahun 2016. Pada saat itu, Pindad mengekspor produk amunisi spesifikasi sport untuk keperluan keikutsertaan Myanmar pada kompetisi olahraga tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) yakni gelaran lomba tembak tahunan antara militer negara ASEAN.

DEFEND ID juga mengatakan Dirgantara Indonesia dan PAL tidak memiliki kerja sama maupun penjualan produk alat peralatan ketahanan dan keamanan ke Myanmar.

Dilansir dari Reuters, sejumlah aktivis mengadukan Pindad, Dirgantara Indonesia, dan PAL ke Komisi Hak Asasi Manusia Indonesia dengan tuduhan ketiganya menjual peralatan ke Myanmar sejak kudeta. Transaksi tersebut diduga terjadi melalui sebuah perusahaan Myanmar bernama True North, yang disebut dimiliki oleh putra seorang menteri di pemerintahan militer.

Aktivis yang mengadukan tiga BUMN tersebut adalah organisasi Myanmar Chin Human Rights Organization dan Myanmar Accountability Project, serta mantan Jaksa Agung Indonesia Marzuki Darusman.

Sebagai informasi, Indonesia bersama negara-negara anggota ASEAN lainnya mendorong penyelesaian damai di Myanmar yang dilanda kudeta. Pada KTT ASEAN di Jakarta belum lama ini, ASEAN sepakat untuk berpegang five-point consensus sebagai referensi utama dalam mengatasi krisis Myanmar.

Five-point consensus menyerukan penghentian segera kekerasan dan dialog konstruktif antara semua pihak yang terlibat. Sebagai ketua ASEAN, Indonesia bahkan menyatakan telah melakukan engagement dengan seluruh pihak di Myanmar, termasuk junta militer.

Data Assistance Association for Political Prisoners mencatat jumlah korban tewas sejak kudeta pada 1 Februari 2021 tersebut mencapai 4.139 korban per 3 Oktober 2023.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 23 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 55 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia