Profil Mohammad Mokhber, Presiden Sementara Iran
DUBAI, investor.id – Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber kini menjadi presiden sementara Iran, setelah mendiang Presiden Ebrahim Raisi dan pejabat lainnya dipastikan tewas dalam kecelakaan helikopter. Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menyetujui penambahannya ke peran tersebut.
Mantan wakil presiden pertama negara itu langsung mengadakan pertemuan luar biasa dengan ketua kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei dan Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen, pada Senin (20/5/2024) waktu setempat.
Baca Juga:
Iran Terjerumus Ke Dalam KetidakpastianSesuai konstitusi, ketiganya harus menggerakkan pemilihan presiden baru yang akan diadakan dalam waktu 50 hari.
Mokhber akan tetap menjadi presiden sementara sampai saat itu.
“Kami akan mengikuti jejak Raisi dalam menjalankan tugas yang dipercayakan tanpa gangguan apa pun,” katanya seperti dikutip media pemerintah, Selasa (21/5/2024).
Wakil Presiden Pertama
Mokhber diangkat menjadi wakil presiden pertama oleh Raisi pada Agustus 2021, tak lama setelah Raisi menjabat.
Sebagai wakil presiden pertama, Mokhber melakukan perjalanan keliling negeri untuk meresmikan berbagai proyek pembangunan pemerintah dan menemani Raisi atau memimpin delegasi dalam banyak perjalanan ke luar negeri.
Dia dilaporkan telah mengunjungi Rusia, bersama dengan pejabat senior militer dan keamanan, untuk membahas transfer senjata.
Mokhber termasuk dalam daftar individu dan entitas yang diberi sanksi oleh Uni Eropa (UE) pada 2010 karena dugaan keterlibatan dalam kegiatan yang berkaitan dengan program rudal nuklir dan balistik Iran. Dua tahun kemudian, blok tersebut menghapusnya dari daftar.
Berbeda dengan negara-negara lain, jabatan wakil presiden pertama Iran adalah posisi yang ditunjuk dan bukan dipilih. Jabatan ini mengambil sebagian kekuasaan perdana menteri setelah posisi tersebut dihapuskan pada 1989.
Ada beberapa wakil presiden yang ditunjuk untuk menjabat secara bersamaan di Iran. Masing-masing mengambil alih aspek urusan eksekutif yang berbeda, namun sebagian besar beroperasi seperti kabinet.
Posisi Mokhber adalah yang teratas di antara para wakil presiden.
Ia dipilih karena memiliki hubungan kuat dengan jabatan pemimpin tertinggi, seperti mendiang presiden sendiri, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mokhber juga dipandang sebagai orang yang bertindak dengan pengalaman panjang dalam mengelola urusan eksekutif berskala besar.
Setad
Sebelum diangkat menjadi wakil presiden, Mokhber menjabat selama 14 tahun sebagai ketua Setad Iran, atau Organisasi Eksekusi Perintah Imam Khomeini. Setad adalah konglomerat ekonomi yang sangat kuat, didirikan di bawah pemimpin tertinggi pertama Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini yang fokus pada urusan amal.
Organisasi tersebut diyakini bernilai puluhan miliar dolar dan tetap berada di bawah kendali langsung pemimpin tertinggi Iran.
Baca Juga:
Siapa Ebrahim Raisi, Presiden ke-8 IranSetad dan Mokhber dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 2021. Departemen Keuangan AS mengklaim organisasi tersebut terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk karena melanggar “hak-hak para pembangkang dengan menyita tanah dan properti dari penentang rezim”.
Mokhber adalah ketua Setad pada awal merebaknya Covid-19, pada saat Iran terkena dampak pandemi terburuk di Timur Tengah. Hampir 150.000 orang meninggal karena Covid-19, menurut angka resmi, bahkan jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Di bawah pengawasannya, Setad mengembangkan COVIran Barekat, vaksin virus corona utama yang diproduksi oleh negara.
Masa Muda
Lahir di Dezful di provinsi barat daya Khuzestan, pria berusia 68 tahun ini mengenyam pendidikan di bidang teknik elektro dan juga meraih gelar PhD di bidang hukum internasional.
Beliau aktif di bidang perbankan dan komunikasi pada awal karirnya, menjabat sebagai kepala Otoritas Telekomunikasi Khuzestan dan kemudian dipromosikan menjadi wakil gubernur provinsi tersebut pada 1990-an.
Sebelum naik ke Setad, Mokhber adalah wakil di bonyad lain, Yayasan Mostazazan yang kuat yang juga didirikan oleh Pemimpin Tertinggi Khomeini sebagai yayasan amal.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






