Kamis, 14 Mei 2026

AS Investasi US$ 58,9 juta untuk Sistem Kesehatan RI

Penulis : Grace El Dora
20 Nov 2024 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir saat konferensi pers di Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (20/11/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir saat konferensi pers di Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (20/11/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menginvestasikan komitmen membantu Indonesia mewujudkan masyarakat yang sehat dengan menginvestasikan US$ 58,9 juta atau sekitar Rp 934,4 miliar untuk sistem kesehatan Indonesia dalam satu tahun terakhir.

“Amerika Serikat telah menginvestasikan lebih dari 1,1 miliar dolar AS (Rp17,5 triliun) dalam sistem kesehatan Indonesia, termasuk US$ 58,9 juta hanya dalam setahun terakhir,” ujar Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir saat konferensi pers di Kedutaan Besar (Kedubes) AS, Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Lakhdhir menerangkan, kemitraan AS dengan Indonesia di bidang kesehatan dilakukan dengan terus meningkatkan pemantauan wabah penyakit, memperkuat keamanan kesehatan, meningkatkan deteksi Tuberkulosis dan pengobatan klinis, serta memodernisasi sistem informasi kesehatan.

ADVERTISEMENT

“Selama beberapa dekade, Amerika Serikat telah bermitra dengan Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur, sistem kesehatan, dan perekonomian Indonesia,” kata dia.

Sebuah hibah baru senilai US$ 649 juta (Rp 10,3 triliun) dari US Millennium Challenge Corporation (MCC) yang diumumkan pada awal tahun ini, lanjutnya, akan menggandakan bantuan pembangunan AS untuk Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Total tersebut bisa mencapai US$ 700 juta atau sekitar Rp 11,1 triliun untuk lima tahun, jika ditambah pendanaan US$ 49 juta atau setara Rp 777,7 miliar yang diinvestasikan bersama oleh pemerintah Indonesia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia