Jumat, 15 Mei 2026

Rusia Bersikap Optimis Soal Gencatan Senjata Ukraina Meski Lontarkan Peringatan

Penulis : Grace El Dora
14 Mar 2025 | 21:29 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan gubernur wilayah Arkhangelsk Alexander Tsybulsky selama pertemuan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (11/3/2025). (Foto: Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan gubernur wilayah Arkhangelsk Alexander Tsybulsky selama pertemuan mereka di Kremlin di Moskow, Rusia, Selasa (11/3/2025). (Foto: Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

MOSKOW, investor.id – Pemerintah Rusia bersikap optimis soal gencatan senjata Ukraina, meski melontarkan peringatan. Presiden Rusia Vladimir Putin memilih pendekatan tenang pada Jumat (14/3/2025) tetapi mengakui alasan untuk bersikap hati-hati dan optimis, setelah hanya mendukung gagasan gencatan senjata 30 hari yang ditengahi pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan peringatan tegas.

"Gagasan (gencatan senjata) itu sendiri benar dan kami tentu mendukungnya, tetapi ada beberapa masalah yang perlu dibahas," kata Presiden Putin seperti dikutip CNBC internasional, Jumat. Ia mendesak diskusi lebih lanjut dengan otoritas AS dan kemungkinan akan melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.

Putin telah menyatakan kekhawatiran gencatan senjata sementara akan memberi waktu bagi pasukan Ukraina untuk memasok senjata atau melatih unit yang baru dimobilisasi dan mempertanyakan bagaimana gencatan senjata akan ditegakkan.

ADVERTISEMENT

Trump telah mencairkan hubungan AS dengan Rusia sejak awal masa jabatan keduanya sebagai presiden AS dimulai pada Januari 2025. Ia mengatakan, pemerintah Ukraina dan AS telah membahas unsur-unsur perjanjian termasuk konsesi teritorial, nasib pembangkit listrik yang tidak disebutkan namanya, dan aksesi Ukraina di masa depan ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Adapun pembangkit listrik tersebut kemungkinan adalah fasilitas nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.

"Sekarang kita akan melihat apakah Rusia ada di sana atau tidak, dan jika tidak, itu akan menjadi momen yang sangat mengecewakan bagi dunia. (Putin) mengeluarkan pernyataan yang sangat menjanjikan, tetapi itu tidak lengkap. Dan ya, saya ingin bertemu dengannya, atau berbicara dengannya," kata utusan presiden AS, Steve Witkoff.

"Kami memang memiliki optimisme yang hati-hati. Tentu saja kedua belah pihak akan memiliki tuntutan mereka, dan tentu saja kedua belah pihak harus membuat beberapa kompromi, dan diplomasi bolak-balik sedang terjadi," kata Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz dalam kepada Fox News TV.

Kremlin mempertahankan nada hati-hati pada Jumat, meskipun ada perkembangan sehari sebelumnya.

"Tentu saja ada alasan untuk bersikap optimis," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, dalam komentar yang diterjemahkan Google yang dimuat oleh media pemerintah Rusia Tass.

"(Putin) mengatakan dia mendukung posisi Presiden Trump dalam hal penyelesaian, tetapi dia menyuarakan beberapa pertanyaan yang perlu dijawab bersama. Jadi, ya, memang, masih banyak yang harus dilakukan, tetapi meskipun demikian, presiden menyatakan solidaritas dengan posisi Trump," tambahnya, lapor Reuters.

Beberapa analis mempertanyakan nasib perjanjian gencatan senjata, yang mengikuti rencana perdamaian sebelumnya yang gagal dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan China.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia