Kamis, 14 Mei 2026

Perang Pecah Antara Israel dan Iran, Pembangkit Listrik Jadi Target

Penulis : Grace El Dora
14 Jun 2025 | 12:57 WIB
BAGIKAN
ilustrasi reaktor nuklir. (Foto: ANTARA/Anadolu/PY)
ilustrasi reaktor nuklir. (Foto: ANTARA/Anadolu/PY)

JAKARTA, investor.id – Perang pecah antara Israel dan Iran. Serangan Israel terhadap Iran menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Shahid Raisi di Isfahan pada Sabtu (14/6/2025) dini hari waktu setempat. Kantor Berita Republik Iran IRNA melaporkan Wakil Gubernur Isfahan Akbar Salehi mengatakan tim penyelamat segera dikerahkan setelah serangan tersebut dan tidak ada korban jiwa yang langsung dilaporkan setelah serangan terhadap pembangkit listrik tersebut.

Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan kebocoran radiasi, Salehi menyampaikan tidak ada polusi dari fasilitas tersebut yang akan menimbulkan kekhawatiran.

Pada Jumat (13/6/2025), Israel menargetkan fasilitas nuklir Natanz dan Fordo. Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan kontaminasi nuklir terdeteksi di dalam fasilitas nuklir Natanz setelah serangan Israel. “Sejumlah kontaminasi terdeteksi di dalam fasilitas tersebut, namun kontaminasi ini tidak menyebar ke luar fasilitas,” beber Juru Bicara AEOI Behrouz Kamalvandi kepada televisi pemerintah Iran.

ADVERTISEMENT

Sejumlah ledakan terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv menyusul serangan rudal dari Iran, menurut laporan Reuters. Tentara zionis IDF sebelumnya melaporkan serangkaian rudal tambahan diluncurkan ke wilayah yang diduduki Israel, kata laporan tersebut.

Pada Jumat, Israel melancarkan Operasi Singa Bangkit skala besar yang menyerang sejumlah sasaran militer Iran dan beberapa lokasi program nuklir.

Angkatan Udara Israel melancarkan beberapa gelombang serangan di berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran, di mana sejumlah pejabat tinggi militer Iran tewas, termasuk Kepala Staf Umum Iran Mayjen Mohammad Bagheri dan beberapa komandan Korps Garda Revolusi Islam, serta sejumlah ilmuwan nuklir.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia