Kamis, 14 Mei 2026

Korban Kecelakaan Air India 270 Jiwa, Keluarga Menunggu Jenazah

Penulis : Grace El Dora
14 Jun 2025 | 15:46 WIB
BAGIKAN
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India yang jatuh di Ahmedabad, India, Jumat (13/6/2025). (Foto: Reuters)
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India yang jatuh di Ahmedabad, India, Jumat (13/6/2025). (Foto: Reuters)

AHMEDABAD, investor.id – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat Air India yang mematikan meningkat menjadi 270 pada Sabtu (14/6/2025). Keluarga korban semakin kesal karena keterlambatan dalam menyerahkan jenazah dalam tragedi di kota Ahmedabad, India barat yang terjadi pada Jumat (14/6/2025).

Boeing 787-8 Dreamliner dengan 242 orang di dalamnya yang menuju Bandara Gatwick Inggris mulai kehilangan ketinggian beberapa detik setelah lepas landas pada hari Kamis dan meletus menjadi bola api saat menghantam gedung-gedung di bawahnya, dalam apa yang telah menjadi bencana penerbangan terburuk di dunia dalam satu dekade.

Setidaknya 270 jenazah telah ditemukan dari lokasi kecelakaan pesawat, kata Dhaval Gameti selaku presiden Asosiasi Dokter Junior di BJ Medical College seperti dikutip pada Sabtu. Hanya satu penumpang dari 242 penumpang dan awak pesawat yang selamat sementara yang lainnya tewas ketika pesawat menabrak asrama perguruan tinggi kedokteran saat jatuh.

ADVERTISEMENT

Krisis ini telah membayangi Air India, yang selama bertahun-tahun berjuang untuk membangun kembali reputasinya dan merombak armadanya setelah Tata Group mengambil alih maskapai penerbangan tersebut dari pemerintah India pada 2022. Ketua Tata pada Jumat mengatakan grup tersebut ingin memahami apa yang terjadi. "(Tetapi) kami tidak tahu sekarang," tukasnya.

Air India dan pemerintah India sedang melihat beberapa aspek dari kecelakaan tersebut termasuk masalah yang terkait dengan daya dorong mesin, sayap, dan mengapa roda pendaratan tetap terbuka saat pesawat lepas landas dan kemudian jatuh, lapor Reuters.

Puluhan anggota keluarga yang cemas telah menunggu di luar rumah sakit Ahmedabad untuk mengumpulkan jenazah orang-orang terkasih yang tewas dalam kecelakaan itu. Sementara para dokter bekerja lembur untuk mengumpulkan sampel gigi dari almarhum untuk menjalankan pemeriksaan identifikasi dan pembuatan profil DNA.

Rafiq Abdul Hafiz Memon, yang kehilangan empat kerabatnya dalam insiden itu, mengatakan dirinya tidak mendapat jawaban apa pun dari pihak berwenang.

"Kami telah kehilangan anak-anak kami .. kami tidak mengerti apa-apa. Tolong bantu kami mendapatkan informasi tentang anak-anak kami. Beritahu kami kapan mereka akan menyerahkan jenazah mereka," ujar Memon.

Seorang ayah lainnya kesal karena tidak dapat membawa jenazah putranya, Harshad Patel, dengan mengatakan bahwa ia diberi tahu oleh pihak berwenang bahwa diperlukan waktu 72 jam untuk pemeriksaan DNA. "Pihak berwenang berusaha membantu tetapi kesabaran kami sudah habis," katanya.

Sebagian besar jenazah dalam kecelakaan itu hangus parah dan pihak berwenang menggunakan sampel gigi untuk melakukan pemeriksaan identifikasi.

Jaishankar Pillai, seorang dokter gigi forensik, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa mereka memiliki catatan gigi dari 135 korban yang hangus, yang kemudian dapat dicocokkan melalui referensi ke bagan gigi korban sebelumnya, radiografi, atau catatan lainnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 18 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia