Putin Peringatkan Eskalasi Baru Jika AS Pasok Rudal ke Ukraina
MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan eskalasi baru akan terjadi jika Amerika Serikat (AS) memasok rudal ke Ukraina. Putin mengacu kepada isu AS akan mengirimkan rudal jarak jauh ke Ukraina.
Pasokan senjata AS akan menandai “tahap baru eskalasi” antara Rusia dan AS, kata Putin dalam forum di Sochi, Kamis (2/10/2025) waktu setempat. Putin mengakui rudal jelajah Tomahawk buatan AS bisa menjadi ancaman bagi Rusia, namun tidak akan mengubah situasi di medan perang.
“Apakah Tomahawk bisa membahayakan kami? Bisa. Tapi kami akan menembaknya jatuh dan meningkatkan sistem pertahanan udara kami,” ucapnya seperti dikutip CNBC internasional, Jumat (3/10/2025).
Baca Juga:
Putin Tolak Kolonialisme TeknologiIa menegaskan, penggunaan Tomahawk tanpa keterlibatan langsung personel militer AS adalah hal yang mustahil. “Itu akan menjadi tahap baru eskalasi antara Rusia dan AS,” imbuh Putin.
Pernyataan Putin muncul setelah laporan AS akan memberi Ukraina intelijen untuk menyerang infrastruktur energi jauh di dalam wilayah Rusia. Media AS seperti The Wall Street Journal dan Reuters melaporkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pengiriman rudal Tomahawk ke Kyiv, ibu kota Ukraina.
Rudal Tomahawk memiliki jangkauan lebih dari 2.400 kilometer, yang bisa meningkatkan kemampuan Ukraina menyerang target strategis di Rusia.
Putin Tanggapi Sebutan "Macan Kertas"
Putin juga menanggapi pernyataan Trump yang menyebut Rusia sebagai “paper tiger” alias macan kertas. Ia menegaskan pasukan Rusia percaya diri dan terus meraih kemajuan di Ukraina.
“Kalau kami melawan seluruh blok NATO dan tetap maju dengan percaya diri, lalu disebut macan kertas, apa artinya NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara, red) itu sendiri?” ucap Putin.
Trump sebelumnya menyatakan Ukraina bisa merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia, meski ia juga pernah menyarankan kompromi berupa penyerahan sebagian wilayah dalam perundingan damai.
Sementara itu, Komisi Uni Eropa (UE) tengah merancang apa yang disebutnya sebagai tembok drone di perbatasan timur. Tujuannya untuk memperkuat pertahanan setelah serangkaian pelanggaran wilayah udara oleh drone yang diduga milik Rusia.
Polandia, Estonia, Lithuania, dan Rumania melaporkan insiden drone di wilayah mereka, sementara Jerman, Denmark, dan Norwegia juga mengalami gangguan serupa yang berdampak pada lalu lintas udara. Pemerintah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tuduhan tanpa dasar.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






