Sabtu, 4 April 2026

AS Galang Kekuatan Militer di Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2026 | 10:18 WIB
BAGIKAN
Sejak 7 Oktober 2023, Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan lebih dari US$ 22 miliar (sekitar Rp 356,7 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel, termasuk di Gaza, Lebanon, dan Suriah. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Sejak 7 Oktober 2023, Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan lebih dari US$ 22 miliar (sekitar Rp 356,7 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel, termasuk di Gaza, Lebanon, dan Suriah. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

MOSKOW, investor.id – Di tengah ketegangan dengan Iran, Amerika Serikat (AS) telah menghimpun kekuatan militer di Timur Tengah yang mencakup 16 kapal perang dengan total 40.000 personel serta tujuh skuadron udara yang masing-masing terdiri dari 70 pesawat tempur.

Menurut laporan Financial Times, Amerika Serikat sudah menempatkan lima skuadron udara pada pangkalan-pangkalan militernya di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Skuadron udara tersebut masing-masing memiliki 70 pesawat tempur.

Sementara itu, tambahan dua skuadron udara lainnya berbasis di kapal-kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, demikian menurut laporan tersebut seperti dikutip Sputnik, Senin (23/2/2026).

Mengutip data dari Universitas Tel Aviv, Financial Times melaporkan di Pangkalan Militer Muwaffaq Salti, Yordania, sudah terdapat 66 jet tempur AS yang terdiri dari antara lain 18 jet tempur F-35 dan 17 unit jet tempur F-15.

Advertisement

Kemudian, AS mengirimkan delapan unit pesawat A-10, pesawat peperangan elektronik EA-18, dan pesawat pengangkut.

Data satelit juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah jet tempur AS yang ditempatkan pada pangkalan militernya di Arab Saudi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah armada besar tengah berlayar ke Iran, sembari mengharapkan Iran setuju merundingkan kesepakatan yang adil dan mencakup penghapusan total senjata nuklir.

Sementara, pada 8 Februari, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran harus tetap memiliki haknya memperkaya uranium, bahkan jika hal tersebut harus berujung pada perang.

Hubungan antara AS dan Iran terus berada dalam titik nadir sejak Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018. Langkah tersebut diikuti dengan penerapan kembali sanksi ekonomi berat yang melumpuhkan sektor minyak Iran.

Sebagai respons, Iran secara bertahap mulai mengabaikan batasan-batasan pengayaan uranium yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Iran menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai, namun AS dan sekutunya khawatir hal itu merupakan kedok untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pengerahan kekuatan militer besar-besaran oleh Pentagon saat ini dipandang sebagai strategi maximum pressure atau tekanan maksimal untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.

Di sisi lain, kehadiran armada tempur AS di perairan strategis seperti Selat Hormuz meningkatkan risiko gesekan fisik yang dapat memicu konflik terbuka di kawasan yang krusial bagi pasokan energi global tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 6 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 17 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 47 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 58 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia