Rute Penerbangan MH-17 Dinyatakan Aman Oleh PBB
KUALA LUMPUR-Malaysia Airlines pada Jumat (18/7), mengatakan, rute penerbangan yang diambil oleh pesawat yang jatuh di Ukraina telah dinyatakan aman oleh pihak badan penerbangan PBB.
Malaysia Airlines juga mengatakan, Asosiasi Transportasi Udara Internasional telah menyatakan bahwa wilayah udara pesawat itu melintas adalah tidak tunduk pada pembatasan.
Seperti diketahui, pesawat HM17 itu membawa total 298 orang, termasuk tiga bayi - 283 penumpang dan 15 awak.
Seorang Warga Negara Indonesia bernama Ninik Yuliani diduga adalah salah satu penumpang pesawat Maskapai Penerbangan Malaysia MH-17 yang jatuh di perbatasan negara Ukraina dan Rusia itu, Kamis malam.
Pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia diduga ditembak jatuh di atas Ukraina oleh gerilyawan Kamis, menewaskan 295 orang di dalamnya, kata pejabat kementerian dalam negeri Ukraina seperti dikutip kantor berita Interfax-Ukraine.
Pesawat naas tersebut dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB akan menggelar sidang darurat Jumat untuk membahas jatuhnya pesawat Malaysia di Ukraina bagian timur itu.
Pertemuan darurat itu akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat, kata pemimpin misi Rwanda yang menjadi ketua bergilir Dewan beranggotakan 15 negara tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak dilakukannya "penyelidikan internasional yang penuh dan transparan" atas kasus jatuhnya pesawat dengan penerbangan MH17 Malaysia Airlines di wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina timur.
Para pejabat Amerika Serikat mengatakan pesawat naas yang membawa hampir 300 orang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu jatuh ditembak oleh sebuah peluru kendali darat-ke-udara, namun tidak jelas siapa yang melakukan penembakan.
Inggris, yang meminta agar Dewan Keamanan menggelar sidang darurat, menyerukan adanya penyelidikan yang dipimpin PBB. (Ant/Rtr/L-8/SP)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

