Jadi Tuan Rumah Selanjutnya, India Berharap Bisa Tiru Standar Penyelenggaraan DEWG G20 Indonesia
NUSA DUA, investor.id – Penyelenggaraan kelompok kerja ekonomi digital (Digital Economic Working Group/DEWG) G20 di Indonesia pada tahun ini, mendapatkan pujian langsung dari India yang akan menjadi tuan rumah perhelatan G20 selanjutnya pada tahun depan. India bahkan berharap bisa menyamai standar yang sudah ditetapkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan DEWG G20 tahun ini.
"Saya ingin mengapresiasi Indonesia yang sudah mengorganisir pertemuan ini, dan acaranya berlangsung sangat baik. Kami ingin melanjutkan kerja sama ini dan berharap bisa meniru kesuksesan Presidensi G20 Indonesia," kata Under Secretary Ministry of External Relations India Naman Upadhyaya pada acara 4th Digital Economic Working Group (DEWG) G20 di The Mulia, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2022).
Menkominfo Johnny G Plate Membuka Pertemuan Keempat DEWG G20 di Bali
Naman yang mewakili Delegasi India dalam perhelatan DEWG G20 di Indonesia kali ini mengungkapkan, pihaknya senang bisa menerima keketuaan G20 selanjutnya dari Indonesia. "Kami berharap dukungan penuh dari Indonesia, dan kami ingin berterimakasih kepada Indonesia karena sudah menjadi tuan rumah yang luar biasa, menyambut kami dengan hangat, dan pelayanan yang sangat baik untuk delegasi kami," ungkap dia.
Menurut Naman, pihaknya berharap bisa meniru standar Indonesia saat menjadi tuan rumah G20 tahun depan. "Indonesia dan India adalah dua negara berbeda, tapi ada kesamaan budaya dan nilai-nilai, sehingga kami tidak sabar untuk menjadi tuan rumah di G20 selanjutnya, dan mengembangkan kolaborasi bersama," jelas dia.
Pendapatan Recurring Income SWID Melonjak 138%
Naman mengungkapkan, isu prioritas yang dibahas di DEWG G20 di Indonesia sekarang akan dibawa ke Presidensi G20 di India pada tahun depan. "Kami memberikan prioritas dalam keamanan siber, dan kami punya ekosistem itu," ujar dia.
DEWG merupakan pertemuan kelompok kerja ekonomi digital yang pertama kali dilaksanakan pada Presidensi G20 Indonesia tahun ini, setelah elevasi dari Digital Economy Task Force (DETF) pada Presidensi G20 Italia, Agustus tahun 2021.
Pada kepemimpinan G20 tahun ini, Pemerintah Indonesia membawa tiga agenda atau isu prioritas dalam penyelenggaraan DEWG, yakni Post Covid-19 Recovery and Connectivity, Digital Skills and Digital Literacy, serta Cross-Border Data Flow and Data Free-Flow with Trust. Ketiga isu tersebut diharapkan mendorong ruang digital bermanfaat dan data yang bernilai tinggi secara ekonomis. Selain itu juga memperhatikan aspek kedaulatan data dalam kaitan dengan geopolitik dan geostrategis. Melalui DEWG, Pemerintah Indonesia telah menetapkan prinsip-prinsip tata kelola data yang diletakkan di dalam perundingan-perundingan seperti yang berkaitan dengan Lawfulness, Fairness, Transparency, dan Reciprocity.
Asyik, Delegasi DEWG G20 Bali Bisa Bermain Robot Alexa
Delegasi yang hadir dalam 4th DEWG G20 Bali antara lain Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Uni Eropa, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Tukiye, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Sedangkan Argentina hadir secara virtual.
Hadir pula beberapa negara undangan, yakni Spanyol, Belanda, Singapura, Rwanda, Kamboja, dan Persatuan Arab Emirat (UAE). Perwakilan Organisasi Internasional antara lain International Telecommunication Union (ITU), United Nations Economic and Social Commissions for Asia and the Pacific (UN- ESCAP), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), and Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), dan Islamic Development Bank (ISDB).
Dengan National Knowledge Partner yang turut hadir adalah Universitas Padjadjaran; Universitas Indonesia; dan Universitas Gadjah Mada. Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri dan Badan Siber dan Sandi Negara.
Editor: Eva Fitriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






