Riset: 7 dari 10 Konsumen Suka Bermain Gim Online
JAKARTA, investor.id – Aktivitas bermain gim online telah menjadi tren di era digital saat ini. Riset Samsung bersama ONE Esports mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumen yang suka berbelanja online juga menjadi pemain gim elektronik secara langsung (online gamer). Hasil riset menemukan, tujuh dari 10 konsumen online di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan online gamer.
Survei dilakukan kepada 6.800 konsumen berusia 18-49 tahun di tujuh negara, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam pada kuartal IV-2022. Para gamer tersebut menunjukkan kecintaan yang tinggi terhadap gaming, baik di rumah maupun saat sedang di luar rumah (mobile).
Banyak faktor yang menyebabkan orang suka memainkan gim online. Selain karena ketersediaan perangkat yang makin canggih serta didukung oleh ketersediaan jaringan internet, bermain gim online dlakukan untuk menekuni hobi dan melepas penat di tengah aktivitas keseharian yang padat.
“Saat ini, bermain game lebih dari sekadar hobi. Ini adalah pengisi waktu luang yang menyatukan orang-orang,” kata Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Asia Tenggara dan Oseania Carl Nordenberg, dalam pernyataannya, dikutip Jumat (3/3/2023).
Baca Juga:
Industri Mainan Targetkan Pertumbuhan 5%Berdasarkan riset, aktivitas bermain gim dilakukan untuk menghilangkan stres dan bersantai disebutkan sebagai alasan utama, yaitu mencapai sebesar 74%. Mereka rata-rata menghabiskan waktu tujug jam dalam seminggu untuk bermain gim.
Sebagian besar (92%) responden mengaku lebih suka bermain gim dengan nyaman di rumah. Lebih dari separuh (58%) menghabiskan rata-rata uang US$ 30 per bulan untuk pembelian terkait gim, mulai dari konten gim online eksklusif, tiket turnamen e-sports, langganan streamer, skin, dan koleksi merchandise gim.
Studi juga mengidentifikasi empat kepribadian gamer yang berbeda di kalangan penggemar gim, yaitu hardcore gamer, gaming enthusiast, casual gamer & spectator, serta casual gamer. Ini diklasifikasikan berdasarkan total waktu yang mereka habiskan untuk bermain dan menonton konten gim atau e-sports.
Hasilnya, lebih dari separuh gamer Indonesia yang disurvei (54%) menjalani hobi bermain gim setidaknya beberapa kali dalam seminggu, yang terdiri atas hardcore gamer dan gaming enthusiast.
Gaming enthusiast dan hardcore gamer disebut sangat menekuni hobinya. Aktivitas yang paling sering mereka lakukan, termasuk menonton video seputar gaming, mendiskusikan gim dengan orang lain, membaca update dan berita seputar gim, membelanjakan uang untuk benda terkait gim, dan terakhir, mengikuti persona gaming di media sosial.
“Wilayah Asia Tenggara dan Oseania memiliki komunitas gamer yang sangat besar. Penelitian ini menyoroti kebutuhan dan kebiasaan bermain gim mereka yang unik, baik sebagai pemain maupun penggemar e-sports,” ungkap Carl.
Vice President Analytics & Insights ONE Esports Jane Guo menambahkan, studi tersebut juga berhasul mengungkap pasar besar penggemar gim dan fans hardcore e-sports di wilayah Asia Tenggara dan Oseania.
“Rata-rata para gamer menggunakan perangkat yang memiliki performa yang bagus, baik itu smartphone, laptop, headphone, maupun monitor,” tutur Jane.
Aplikasi Mobile
Sementara itu, sebuah data mengungkapkan kegemaran bermain gim online terjadi seiring dengan peningkatan penggunaan aplikasi mobile. Berdasarkan laporan Data.ai bertajuk State of Mobile 2023, rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi mobile 5,7 jam per hari pada 2022. Durasinya meningkat 5,56% dari tahun sebelumnya 5,4 jam per hari.
Secara tren, waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk membuka aplikasi mobile terus meningkat. Kenaikan tertinggi mencapai 28,21% terjadi ketika pandemi Covid-19 melanda Tanah Air tahun 2020.
Selain Indonesia, masih ada beberapa negara lain yang memiliki rata-rata waktu membuka aplikasi mobile selama lima jam atau lebih pada 2022. Beberapa di antaranya Brasil, Arab Saudi, Singapura, dan Korea Selatan.
Namun, sebagai catatan, Data.ai hanya mengumpulkan data dari para pengguna ponsel yang berbasis sistem operasi Android. Pengguna sistem operasi lainnya, seperti iOS tidak termasuk ke dalam data tersebut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler



