Kamis, 14 Mei 2026

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2%

Penulis : Indah Handayani
23 Sep 2020 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Peluncuran produk sunscreen dari Anessa Indonesia secara virtual, Rabu (23/9).
Peluncuran produk sunscreen dari Anessa Indonesia secara virtual, Rabu (23/9).

JAKARTA, investor.id – Tabir surya atau sunscreen sangat penting digunakan untuk melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari, seperti munculnya flek hitam, kusam, penuaan dini, bahkan paling berbahaya adalah kanker kulit melanoma. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia dalam melindungi diri dari bahayanya efek negatif paparan matahari masih sangat rendah.

Maharani Anindita, brand manager Anessa Indonesia, mengatakan tinggal di negara tropis membuat masyarakat Indonesia hampir setiap hari terpapar sinar matahari yang cukup terik. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi kulit dari paparan sinar sinar UV masih rendah. Untuk menghindari paparan sinar matahari, orang Indonesia cenderung memakai payung, berjalan di tempat teduh, menutupi wajah dan memakai baju tertutup.

“Hal itu bahkan terbukti bahwa pengunaan tabir surya di Indonesia tercatat hanya sebesar 2%,” ungkapnya di sela peluncuran virtual Anessa, Rabu (23/9).

Bahkan, lanjut dia, masa pandemi saat ini, ketika orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja seharusnya bisa dimanfaatkan untuk momen self-care, salah satunya dengan perawatan kulit. Sebab dengan merawat kulit berarti kita berinvestasi di masa depan, agar kulit tetap sehat dan terhindar dari photo-aging - penuaan dini.

ADVERTISEMENT

Namun ternyata masih banyak orang yang mengabaikan perawatan kulit, terutama penggunaan sunscreen. Padahal penggunaan sunscreen ini wajib dilakukan setiap hari, meski hanya di rumah saja atau di ruangan tertutup.

“Padahal sinar UV yang menyebabkan penuaan dini dan kerusakan kulit mampu menembus masuk ke dalam ruangan, bahkan ketika cuaca mendung sekalipun,” paparnya.

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2%
Produk sunscreen ddari Anessa Indonesia

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Arini Astasari Widodo SpKK memaparkan sekitar sekitar 80% penuaan dini disebabkan oleh sinar UV, seperti bercak hitam, keriput, hilangnya elastisitas kulit, tekstur kulit kasar, dan pelebaran pembuluh darah (telangiektasia). Banyak orang yang merasa karena kulitnya tidak terpapar sinar matahari maka tidak perlu menggunakan sunscreen.

“Pajanan sinar UV dapat berasal dari sinar matahari langsung, dan sinar matahari tidak langsung, termasuk dari pantulan benda, pasir, salju dan lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut dr Arini menambahkan 90% sinar UV dapat menembus awan dan UVA dapat menembus kaca jendela, sehingga berada di tempat teduh atau di dalam ruangan tidak berarti tidak memerlukan perlindungan dari sinar UV. Sinar UV dapat mengakibatkan penuaan, kulit terbakar, masalah pigmentasi kulit (flek kulit), memicu beberapa penyakit kulit yang sensitif terhadap cahaya UV, serta tumor jinak dan tumor ganas (kanker) kulit.

Jadi, meski cuaca mendung, hujan atau berada di tempat teduh, perlindungan kulit harus tetap dilakukan.

Bahkan, tambah dia, sebuah penelitian memaparkan bahwa angka kejadian penuaan kulit yang disebabkan oleh sinar UVA meningkat selama beberapa dekade terakhir.

Untuk itu penting mengaplikasikan sunscreen yang memiliki spektrum luas. Pilihlah sunscreen yang memiliki kandungan SPF dan PA yang cukup tinggi, angka SPF menggambarkan tingkat perlindungan sinar UVB, sementara PA menggambarkan perlindungan terhadap sinar UVA.

Melihat hal itu, Presiden Direktur PT Shiseido Cosmetics Indonesia, Jun Kinumaki mengatakn pihaknya meluncurkan Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare SPF 50+ PA++++. Dengan konsep beauty sunscreen, Anessa merupakan sunscreen pertama di dunia dengan Triple Defense Technology dan manfaat perawatan kulit untuk mencegah penuaan dini yang aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Formula skincare yang terkandung di dalamnya mampu mencegah dampak buruk sinar UVA dan UVB pada kulit,” tutupnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia