Kamis, 14 Mei 2026

Cegah Kanker Usus Besar dengan Deteksi Dini

Penulis : Indah Handayani
14 Feb 2021 | 13:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kanker usus besar
Ilustrasi kanker usus besar

MANADO, investor.id  - Peringatan Hari Kanker Sedunia tidak saja sebuah seremoni. Memperingati adanya hari kanker Internasional merupakan satu momentum penting agar Anda terbiasa melakukan deteksi dini guna mencegah timbulnya sel kanker di tubuh. Termasuk deteksi kanker usus besar atau disebut kanker kolorektal.

dr Harlinda Haroen SpPD - KHOM dari Siloam Hospitals Manado menjelaskan kanker kolorektal dapat dideteksi sejak dini dengan kolonoskopi.

Ia pun menyarankan agar masyarakat dapat menjalani kolonoskopi setidaknya 10 tahun sekali. Selain deteksi melakui kolonoskopi, turut disarankan setiap tahun melakukan pemeriksaan colok dubur, cek kadar CEA (pertanda tumor) dalam darah dan tes feses (kotoran tinja)

"Tujuannya untuk mendeteksi adanya polip sejak dini agar pertumbuhan sel abnormal bisa ditanggulangi sebelum menjadi kanker," ungkap dr Harlinda dalam keterangan pers diterima Minggu (14/2).

ADVERTISEMENT

Mendeteksi adanya polip merupakan langkah utama, selain dapat  mengenali gejala kanker usus besar yang dipaparkan Herlinda melalui Webinar tersebut, yaitu ketika polip sudah berubah ganas, biasanya muncul gejala seperti berdarah saat buang air besar

Diare dan sembelit tanpa sebab, berlangsung lebih dari enam minggu. Serta merasakan buang air besar yang tidak tuntas.

"Penurunan berat badan dengan cepat tanpa sebab dan badan terasa lemah," jelasnya.

dr Harlinda menambahkan penyebab kanker kolorektal ada yang bisa dikendalikan dan beberapa tidak bisa diubah karena melekat pada penderita. Menurutnya, faktor risiko kanker usus besar yang tidak bisa diubah antara lain faktor usia di atas 50 tahun, punya riwayat polip, penyakit usus besar, dan faktor keturunan. Namun, ada juga faktor risiko yang bisa dikendalikan, yakni menjaga gaya hidup sehat dan pola makan bergizi seimbang.

"Pencegahan dapat dilakukan melalui diet seimbang, terutama bagi penderita diabetes dan membatasi konsumsi daging merah termasuk daging olahan dan berhenti merokok serta berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol," tutupnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia