Kamis, 14 Mei 2026

Java Jazz Festival Tawarkan Kolaborasi Musisi

Penulis : Antara
1 Mar 2012 | 16:34 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Java Jazz Festival ke-8 yang akan diselenggarakan pada 2-4 Maret 2012 di JIExpo Kemayoran Jakarta akan menawarkan berbagai kolaborasi dan penampilan spesial para musisi nasional dan internasional.

"Meskipun banyak artis yang sama mengisi Java Jazz tahun ini, tapi pertunjukkan mereka akan lebih bervariasi karena ada kolaborasi dengan musisi lain sehingga menghasilkan karya yang berbeda dibanding pagelaran sebelumnya," kata Dewi A.L. Gontha, Direktur Produksi dan Marketing Java Festival Production pada konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Tercatat 1.700 musisi dalam dan luar negeri yang ikut dalam festival tersebut yang terdiri atas 110 kelompok musik Indonesia dan 45 kelompok internasional yang akan menampilkan lebih dari 70 pertunjukan di 13 panggung dalam ruang dan 5 panggung luar ruang.

Menurut koordinator program Eki Puradiredja terdapat lebih dari 10 program kolaborasi musik yang akan ditampilkan dalam Java Jazz Festival.

"Misalnya ada "Tribute to Herbie Hancock Collaboration Project" yang akan dibawakan oleh Indra Lesmana dan Dwiki Dharmawan bersama artis luar negeri lain yang juga diisi dengan pertunjukkan angklung dan tari saman," kata Eki.

Juga terdapat pertunjukkan Indra Lesmana - Lesmana Likumahuwa Winarta (LLW) bersama Maurice Brown (pemenang Grammy Award 2012); kolaborasi kelompok Gugun and the Blues Shelter bersama Tony Monaco dan Robert Randolph; serta pertunjukkan Bobby McFerrin yang akan menampilkan musik tradisional Indonesia yaitu gamelan, suling dan tari kecak.

"Kami juga tidak menghapuskan nama Bubi Chen yang baru saja meninggal dunia dari jadwal dan menggantinya dengan pertunjukkan spesial bernama "In Memoriam of Bubi Chen" yang akan menampilkan para musisi seperti Indra Lesmana, Idang Rasjidi bahkan Peter F Gontha; kami juga akan memberikan penghargaan `lifetime achievement award" kepada almarhum," jelas Eki.

Pertunjukkan lain yang akan ditampilkan adalah "Tribute To Utha Likumahuwa" yang akan diisi oleh Barry Likumahuwa, Benny Likumahuwa, Mus Mujiono, Harvey Malaiholo, Mike Mohede, Monica Idol dan artis lainnya.

"Setelah mencoba selama delapan tahun, akhirnya Twilite Orchestra juga bersedia hadir pada Java Jazz tahun ini yang akan dipimpin oleh Addie MS dengan pengisi acara Hector Infanzon dari Meksiko, Dira Sugandi, Titi DJ dan tentu saja Memes," tambah Eki.

Masih ada pertunjukkan Bob Tutupoly "Tribute To Bing Slamet dan Sam Saimun" yang juga menampilkan Titiek Puspa dan Grace Simon; kolaborasi George Duke dan Cindy Bernadette serta kolaborasi Dave Koz dan Titi DJ.

"Penampilan spesial lain adalah kolaborasi Dave Koz dengan musisi jalanan dari rumah musik Harry Roesli dan sesi "Benyamin On Jazz - Tribute To The Legend" yang menyuguhkan aransemen ulang lagu Benyamin oleh Indra Aryadi," jelas Eki.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar yang hadir dalam jumpa pers tersebut menyambut Java Jazz sebagai momen untuk menarik turis asing ke Jakarta.

"Kementerian Pariwisata mendukung Java Jazz sejak awal diselenggarakan karena bukan hanya menjadi acara musik tapi sebagai momen mendatangkan turis asing ke Jakarta lewat pariwisata budaya," kata Sapta.

Sementara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Hesti Indah Kresnarini menyatakan dukungannya terhadap Java Jazz Festival yang dianggap sebagai bentuk produk ekonomi kreatif.

"Acara yang kami dukung untuk kali kelima ini menjadi bukti dari ekonomi kreatif sekaligus ajang yang memberi kesempatan kepada para musisi Indonesia tampil di acara internasional," kata Hesti.

Pendiri Java Festival Production, Peter F. Gontha mengatakan bahwa industri kreatif di Indonesia sudah menduduki posisi kedua sebagai industri terbesar di Indonesia setelah pertanian.

"Di Indonesia, industri terbesar memang pertanian, tapi selanjutnya adalah industri kreatif yang terdiri atas musik, kerajinan tangan, pakaian, teknologi informatika serta media," jelas Peter.

Pengunjung yang berminat datang ke Java Jazz Festival dapat membeli tiket harian senilai Rp600.000 per hari atau tiket terusan untuk tiga hari seharga Rp1.600.000, tiket dapat dibeli di tiket box resmi Java Festival Production, di tempat acara ataupun secara "online".(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 36 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia