Tes Pauli Cermin Daya Tahan Mental Manusia
JAKARTA, investor.id – Tes Pauli dipandang tetap relevan untuk kebutuhan dunia kerja modern. Instrumen ini bukan sekadar angka, tetapi cermin daya tahan mental manusia.
“Tes Pauli, instrumen psikologi klasik tetap relevan untuk kebutuhan dunia kerja moder, mulai dari seleksi, talent development, hingga pengelolaan SDM berbasis data,” kata pendiri Talentlytica, Aswin Januarsjaf saat meluncurkan buku ‘Pauli: The Will Power Test – Tanya Jawab Tes Pauli Terlengkap’ di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Buku ini langsung mencatat antusiasme tinggi dengan habis terjual di hari pertama peluncuran pada perayaan Dies Natalis ke-64 Fakultas Psikologi UNPAD di Jatinangor, Sumedang.
“Peluncuran ini sekaligus menjadi langkah nyata Talentlytica menjembatani warisan ilmiah dengan praktik asesmen digital yang akurat, efisien, dan relevan,” kata Aswin.
Aswin Januarsjaf telah melalui perjalanan panjang meneliti Tes Pauli sejak masa kuliah. Penelusurannya hingga ke sumber asli Der Pauli Test dalam bahasa Jerman membawanya pada pemahaman bahwa instrumen ini bukan sekadar angka, tetapi cermin daya tahan mental manusia.
“Buku ini saya susun agar praktisi psikologi, HR, maupun mahasiswa dapat memahami Tes Pauli lebih dalam dan menggunakannya dalam konteks modern,” jelas Aswin.
Momen peluncuran turut dihadiri Dr. Rismijati E. Koesma, Psikolog—dosen pembimbing Aswin 35 tahun lalu saat ia menulis skripsi tentang Tes Pauli. Ia menyampaikan kebanggaannya karena konsistensi Aswin sejak mahasiswa kini berbuah kontribusi nyata bagi banyak praktisi.
Guru Besar Psikologi Konseling Universitas Ciputra, Prof. Jenny Lukito Setiawan, menyebut buku ini sebagai referensi penting karena memudahkan pemahaman Tes Pauli dalam bahasa Indonesia. Dari sisi industri, Subakat Hadi, pendiri Paragon Technology and Innovation (Wardah Group), menilai buku ini relevan untuk mendukung seleksi dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.
Dari Akademis ke Praktis
Sejak 2017, Talentlytica telah membantu lebih dari 300 perusahaan dengan 1,5 juta asesmen digital. Dengan menggabungkan psikometri dan teknologi, Talentlytica berkomitmen menghadirkan solusi objektif dan minim bias untuk mendukung future of work. Peluncuran buku Pauli: The Will Power Test menjadi bagian dari upaya memperkuat landasan akademis sekaligus praktis, agar profesional HR dan psikologi memiliki sumber daya yang kredibel dalam menilai kualitas kinerja dan potensi individu.
Sebagai tindak lanjut, Talentlytica bersama Unit Usaha Akademik UNPAD akan menggelar Workshop ‘Pauli Reimagined’ pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di Novotel Bandung. Acara ini menghadirkan praktisi lintas bidang untuk membahas pemanfaatan Tes Pauli di era digital.
“Dengan buku dan workshop ini, Talentlytica ingin memastikan Tes Pauli dipahami bukan sebagai instrumen yang rumit, tetapi sebagai jendela untuk mengenali kekuatan kemauan manusia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi Talentlytica membangun ekosistem pengelolaan talenta yang modern, berbasis data, dan minim bias, mendukung kesiapan Indonesia menghadapi masa depan dunia kerja,” tutup Aswin.
Editor: Mardiana Makmun
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

