20 Bank Siap Tampung Devisa Hasil Ekspor, Ini Daftarnya
YOGYAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) sudah menunjuk 20 bank sebagai pelaksana awal kebijakan Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor (DHE). Ke depan, BI akan melibatkan seluruh bank dalam kebijakan Term Deposit Valas DHE.
Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah devisa di pasar keuangan dalam negeri, yang berujung pada peningkatan resiliensi perekonomian domestik.
“Tahap awal ini, BI menunjuk 20 bank dulu untuk mengikuti Term Deposit Valas DHE. Tentunya penunjukan 20 bank ini dengan berbagai kriteria yang kami tetapkan secara internal. Khususnya bank-bank yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan hasil ekspor dan kegiatan di pasar uang valuta asing,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI, Ramdan Denny Prakoso dalam acara pelatihan wartawan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023).
20 bank yang berpartisipasi, yaitu:
1. Bank Mandiri
2. BRI
3. BNI
4. BCA
5. Bank CIMB Niaga
6. Bank Danamon Indonesia
7. BTPN
8. Bank Panin
9. Bank DBS Indonesia
10. Bank Maybank Indonesia
11. Bank Mizuho Indonesia
12. Bank OCBC NISP
13. Bank Permata
14. Bank UOB Indonesia
15. Standard Chartered Bank Indonesia
16. Bank of China (Hong Kong) cabang Jakarta
17. Citibank Indonesia
18. JPMorgan Chase Bank kantor cabang Jakarta
19. Bank ICBC Indonesia
20. MUFG Bank cabang Jakarta
“Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diperluas menjadi semua bank. Transaksi ini dimulai dari awal Maret 2023. Jumlah bank yang berpartisipasi akan meningkat, demikian juga eksportir,” tutur Denny.
Menurut dia, pemberian insentif untuk bank melalui fee dan kepada eksportir dalam bentuk keringanan pajak dapat meningkatkan daya tarik agar eksportir menyimpan dananya di perbankan dalam negeri.
Kebijakan Term Deposit Valas DHE ini memiliki tiga jangka waktu, yaitu satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan. Denny mengatakan, semakin eksportir dan bank menempatkan dana dengan tenor yang lebih panjang, akan mendapatkan insentif lebih besar.
“Semakin banyak dia menempatkan dana di BI, ini juga akan mendapatkan rate yang lebih tinggi, ini yang disebut insentif. Tentunya dari segi perpajakan ada klausul khusus dari pemerintah untuk memberikan insentif terkait penempatan dana di Term Deposit Valas DHE,” tandas Denny.
Dari implementasi tersebut, BI telah mengumpulkan DHE senilai US$ 173 juta per 17 Maret 2023. Dana sebesar US$ 173 juta ini diperoleh dari 9 nasabah eksportir yang menyimpan dana mereka di enam bank. Sembilan nasabah eksportir ini bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






