Jumat, 15 Mei 2026

20 Bank Siap Tampung Devisa Hasil Ekspor, Ini Daftarnya

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2023 | 23:06 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi uang kertas rupiah di salah satu bank di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/aa)
Ilustrasi uang kertas rupiah di salah satu bank di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/mes/aa)

YOGYAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) sudah menunjuk 20 bank sebagai pelaksana awal kebijakan Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor (DHE). Ke depan, BI akan melibatkan seluruh bank dalam kebijakan Term Deposit Valas DHE.

Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat meningkatkan jumlah devisa di pasar keuangan dalam negeri, yang berujung pada peningkatan resiliensi perekonomian domestik.

“Tahap awal ini, BI menunjuk 20 bank dulu untuk mengikuti Term Deposit Valas DHE. Tentunya penunjukan 20 bank ini dengan berbagai kriteria yang kami tetapkan secara internal. Khususnya bank-bank yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan hasil ekspor dan kegiatan di pasar uang valuta asing,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI, Ramdan Denny Prakoso dalam acara pelatihan wartawan di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (18/3/2023).

ADVERTISEMENT

20 bank yang berpartisipasi, yaitu:

1. Bank Mandiri

2. BRI

3. BNI

4. BCA

5. Bank CIMB Niaga

6. Bank Danamon Indonesia

7. BTPN

8. Bank Panin

9. Bank DBS Indonesia

10. Bank Maybank Indonesia

11. Bank Mizuho Indonesia

12. Bank OCBC NISP

13. Bank Permata

14. Bank UOB Indonesia

15. Standard Chartered Bank Indonesia

16. Bank of China (Hong Kong) cabang Jakarta

17. Citibank Indonesia

18. JPMorgan Chase Bank kantor cabang Jakarta

19. Bank ICBC Indonesia

20. MUFG Bank cabang Jakarta

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan diperluas menjadi semua bank. Transaksi ini dimulai dari awal Maret 2023. Jumlah bank yang berpartisipasi akan meningkat, demikian juga eksportir,” tutur Denny.

Menurut dia, pemberian insentif untuk bank melalui fee dan kepada eksportir dalam bentuk keringanan pajak dapat meningkatkan daya tarik agar eksportir menyimpan dananya di perbankan dalam negeri.

Kebijakan Term Deposit Valas DHE ini memiliki tiga jangka waktu, yaitu satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan. Denny mengatakan, semakin eksportir dan bank menempatkan dana dengan tenor yang lebih panjang, akan mendapatkan insentif lebih besar.

“Semakin banyak dia menempatkan dana di BI, ini juga akan mendapatkan rate yang lebih tinggi, ini yang disebut insentif. Tentunya dari segi perpajakan ada klausul khusus dari pemerintah untuk memberikan insentif terkait penempatan dana di Term Deposit Valas DHE,” tandas Denny.

Dari implementasi tersebut, BI telah mengumpulkan DHE senilai US$ 173 juta per 17 Maret 2023. Dana sebesar US$ 173 juta ini diperoleh dari 9 nasabah eksportir yang menyimpan dana mereka di enam bank. Sembilan nasabah eksportir ini bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia