Kamis, 14 Mei 2026

BPS: Inflasi Maret 2023 Capai 0,18%

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Apr 2023 | 11:41 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (03/4/2023).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (03/4/2023).

JAKARTA, Investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2023 mencapai 0,18%. Sementara itu inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 4,97% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2023 sebesar 0,68%.

Kelompok pengeluaran terbesar yang mendorong inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, pada maret 2023, inflasi bulanan sebesar 0,18%. Namun tingkat inflasi bulanan Maret 2023 lebih rendah dari inflasi pada bulan sama tahun 2022 sebesar 0,66%. Secara tahunan inflasi Maret mencapai 4,97% lebih rendah, dibandingkan inflasi tahunan Maret 2022 yang sebesar 2,64%.

ADVERTISEMENT

“Komoditas penyumbang inflasi secara bulanan adalah tarif angkutan udara(0,03%), bensin(0,03%), beras(0,02%), cabai rawit (0,02%), dan rokok kretek filter (0,02%). Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi tarif air minum,” ucap Pudji dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (03/4/2023).

Dia mengatakan, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,35% dan memberikan andil 0,09% ke inflasi Maret 2023. Pada saat yang sama komoditas pendorong deflasi secara bulanan terbesar adalah kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yaitu 0,26% dengan andil ke deflasi keseluruhan sebesar 0,05%.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS tercatat dari 90 kota yang dipantau kota terdapat 65 kota yang mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Dari 65 kota yang inflasi ada 48 kota memiliki inflasi di atas inflasi nasional dan 17 kota di bawah inflasi nasional. Dia mengatakan inflasi tertinggi di Kupang sebesar 1,3% dan deflasi terdalam di Bandung sebesar 1,5%.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi di Kupang adalah tarif angkutan udara (0,55%), kontrak rumah (0,14%), beras (0,14%) daging babi (0,11%), kangkung (0,10%), dan cabai merah 0,07%,” tandas Pudji. (ark)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 57 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia