Eksportir Parkir Dana di RI sebesar US$ 363 Juta
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) telah mengumpulkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebesar US$ 363 juta hingga 3 Mei 2023. Dana yang berasal dari eksportir ini diharapkan dapat menjadi buffer bagi kondisi perbankan dalam negeri yang berujung pada stabilitas perekonomian nasional. BI sudah menjalankan kebijakan Term Deposit Valas DHE sejak 1 Maret 2023.
“Alhamdulillah sampai 3 Mei 2023 sudah terkumpul US$ 363 juta dari 16 eksportir. Khususnya dari pertambangan, perkebunan, dan perikanan. Dana ini dikumpulkan melalui 7 bank,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut dia, upaya mengumpulkan DHE dari eksportir untuk parkir di Tanah Air dilakukan secara sinergis bersama pemerintah. Saat ini, pemerintah sedang menggodok revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam.
“Insya Allah, bakal lebih banyak memasukkan DHE ke dalam negeri dan para bank juga meneruskan ke BI untuk kami putarkan lagi bagi kemajuan dan perbaikan ekonomi dalam negeri,” jelas Perry.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah melalui kementerian/lembaga sedang membahas revisi PP tersebut. Menurut dia, regulasi itu akan terbit sehingga akan mempermudah dalam upaya mengumpulkan DHE.
“Tentu yang ditunggu-tunggu Pak Gubernur BI terkait devisa hasil ekspor regulasinya dalam waktu dekat akan terbit. Walaupun ada beberapa yang ‘protes’ Gubernur BI tidak menentukan bahwa devisa masih milik korporasi dan perbankan boleh pilih jadi tidak diatur. Di Indonesia ini banyak perbankan internasional yang beroperasi,” kata Airlangga secara terpisah.
Airlangga mengungkapkan, sebelumnya ada kekhawatiran dari para eksportir jika DHE SDA ditempatkan di perbankan dalam negeri, maka mereka akan kehilangan hak terhadap barang yang diekspor. "Tidak perlu khawatir akan kehilangan haknya terhadap barang yang diekspor dan para eksportir harus ingat bahwa ini amanat konstitusi," jelas dia.
Sementara itu, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan, kebijakan Term Deposit Valas DHE ini akan berimplikasi positif karena akan memperkuat cadangan devisa. Bila eksportir menahan devisa, mereka maka akan meningkatkan jumlah aliran modal asing untuk masuk ke pasar keuangan domestik.
“Cadangan devisa menguat signifikan karena ada inflow pada term deposit valas,” ucap Dian dalam Media Gathering Macroeconomic Outlook yang berlangsung secara virtual, Selasa (9/5/2023).
Dian menuturkan, adanya surplus neraca perdagangan akan meningkatkan jumlah DHE. Menurut dia, kinerja ekspor ini masih akan didukung oleh pemulihan ekonomi dan harga komoditas.
“Harga komoditas prospeknya mungkin menurun, tetapi tidak akan terlalu tajam. Jadi, masih dapat menopang surplus perdagangan. Ke depan, masih cukup baik untuk Term Deposit Valas DHE ini,” ujarnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






