Dahsyat! Pemerintah Targetkan Penerimaan Negara hingga Rp 2.865,3 Triliun Tahun 2024
JAKARTA, Investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan pendapatan negara berkisar Rp 2.719,1-2.865,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)2024.
Angka peneriman negara terdiri atas proyeksi penerimaan perpajakan sekitar Rp 2.280,3 triliun sampai dengan Rp 2.355,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak pada kisaran Rp 436,5 triliun sampai Rp 504,9 triliun, dan hibah pada kisaran Rp 2,3 triliun sampai Rp 4,6 triliun.
Bac juga: Sri Mulyani Paparkan Arah Belanja Negara dalam RAPBN 2024
Sedangkan belanja negara ditargetkan mencapai Rp 3.215,7 triliun sampai dengan Rp 3.476,2 triliun pada 2024. Angkah ini terdiri atas belanja pemerintah pusat dalam kisaran Rp 2.400,7 triliun sampai dengan Rp 2.631,2 triliun dan transfer ke daerah dalam kisaran Rp 815 triliun sampai dengan Rp 845 triliun.
“Belanja pemerintah pusat Rp 2.400,7 triliun sampai dengan Rp 2.631,2 triliun. Angka ini termasuk untuk pemilu yang memang tahun depan cukup dominan. Untuk pemilu pilkada dan pemilihan legislasi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR pada Selasa (30/5/2023).
Dari kegiatan pendapatan dan belanja ini defisit tahun 2024 berada pada kisaran Rp 496,6 triliun sampai dengan Rp 610,9 triliun atau 2,16% sampai 2,64% dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menargetkan rasio utang di kisaran 38,07% hingga 38,97% dari PDB . Sedangkan keseimbangan primer (primary balance) berada 0,03% dari PDB.
“Primary balance kita usahakan mendekati balance sehingga memperkuat APBN. Tren ini perlu kita jaga karena ketidakpastian ke depan akan membutuhkan APBN siap siaga menghadapi berbagai gejolak,” tutur Sri Mulyani.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



