Jumat, 15 Mei 2026

76% UMKM Andalkan Pinjaman Formal dan Nonformal

Penulis : Fajar Widhiyanto
24 Jun 2023 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Pameran UMKM
Pameran UMKM

JAKARTA, investor.id - Sekitar tiga perempat (76%) usaha kecil di Indonesia melaporkan memiliki pinjaman dalam berbagai bentuk (termasuk pinjaman informal) selama studi, lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain yang diteliti.

Bank pemerintah menjadi sumber pinjaman yang paling umum (41% dari semua pinjaman yang tercatat), karena adanya program pinjaman subsidi pemerintah (Kredit Usaha Rakyat atau KUR). Penelitian ini juga berfokus pada kesejahteraan pekerja dalam usaha kecil, dan menemukan bahwa usaha kecil tersebut tidak mampu memberikan pendapatan yang konsisten kepada para pekerja.

Hal tersebut merupakan sebagian dari hasil studi Small Firm Diaries, sebuah  proyek penelitian global yang dilakukan antara tahun 2021 hingga 2023 di tujuh negara: Kenya, Nigeria, Uganda, Ethiopia, Indonesia, Fiji, dan Kolombia.

ADVERTISEMENT

Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana usaha kecil dapat mengatasi hambatan yang mereka hadapi untuk berkembang dalam ekonomi modern, dan dengan demikian berkontribusi pada pengurangan kemiskinan.

Pusat Penelitian Financial Access Initiative (FAI) dari Universitas New York bersama MicroSave Consulting sebagai mitra riset di Indonesia berharap bahwa hasil penelitian ini akan menjadi dasar untuk merancang kebijakan pembangunan di masa depan, pengembangan produk layanan keuangan  yang dapat membantu usaha kecil dan pekerja mereka untuk berkembang.

Di Indonesia, studi ini mengumpulkan data dari 162 usaha kecil di daerah perkotaan, pinggiran kota, atau pedesaan di empat lokasi: Bandung (Kota Bandung dan Lembang di Kabupaten Bandung Barat), Medan, Yogyakarta (Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Borobudur, Magelang di Jawa Tengah), dan Makassar, antara November 2021 hingga November 2022. Studi  difokuskan pada tiga industri yaitu manufaktur ringan, pengolahan pertanian, dan jasa, yang semuanya berperan penting dalam pembangunan dan keberlanjutan ekonomi Indonesia.

Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bagaimana usaha kecil di Indonesia bekerja, terutama dalam aspek:

1. Volatilitas: Usaha kecil di Indonesia, seperti di negara-negara lain yang diteliti, mengalami pendapatan yang tidak stabil: pendapatan dan pengeluaran berfluktuasi dari bulan ke bulan.

2. Keinginan untuk bertumbuh dan stabilitas usaha: Ketika ditanya tentang visi terkait bisnis mereka, sebagian besar usaha kecil di Indonesia (33%) mengatakan bahwa mereka ingin bertumbuh dan mendapatkan stabilitas.

Kelompok ini bercita-cita untuk tumbuh, tetapi tidak ingin mengambil risiko tambahan (mereka sudah menghadapi banyak risiko, misalnya dalam hal kemampuan mereka untuk menjual barang-barang /stocks dan membayar serta mempertahankan karyawan mereka) yang diperlukan untuk pertumbuhan yang cepat. Mereka menginginkan pertumbuhan selangkah demi selangkah untuk mengurangi volatilitas dan risiko.

3. Inklusi keuangan: Sekitar 65% pemilik usaha kecil di Indonesia memiliki rekening bank yang mereka gunakan untuk tujuan bisnis - sedikit lebih tinggi daripada di Kenya (60%) tetapi lebih kecil daripada di Nigeria (98%) atau Kolombia (79%). Namun demikian, penggunaan rekening tidak merata dengan hanya 26% usaha kecil di Indonesia yang melakukan transaksi melalui rekening bank.

4. Layanan keuangan digital: Pemilik usaha kecil di Indonesia menggunakan teknologi - 80% menggunakan ponsel pintar atau komputer, atau keduanya untuk bisnis mereka - dan juga layanan keuangan digital, terutama kartu debit, mesin ATM, dan mobile banking. Namun, pemilik usaha kecil jarang sekali menggunakan mobile wallet untuk keperluan bisnis.

5. Kesenjangan kredit: Data dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal kerja dan likuiditas merupakan kebutuhan yang lebih besar bagi usaha kecil daripada modal untuk investasi. Meskipun akses ke keuangan menjadi hambatan terbesar ketiga bagi visi sukses pemilik usaha, separuh dari pemilik usaha di Indonesia mengatakan bahwa mereka "jarang" atau "tidak pernah" membutuhkan pinjaman.

Usaha kecil ini menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka kekurangan modal kerja/likuiditas. Usaha kecil ini jarang mengambil risiko operasional atau peluang ekspansi/pertumbuhan yang dapat mengakibatkan arus kas bulanan yang negatif.

6. Keamanan kerja: usaha kecil di Indonesia tampaknya memberikan sedikit lebih banyak stabilitas pekerjaan bagi pekerja utama dibandingkan dengan usaha kecil di negara lain dalam studi ini. Namun, hanya setengah dari pekerja dari usaha kecil yang menerima gaji selama 8 bulan atau lebih dalam periode 10 bulanan; seperempatnya dari pekerja yang bekerja pada usaha kecil, bekerja selama kurang dari lima bulan dalam periode itu. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia