Jumat, 15 Mei 2026

76% UMKM Andalkan Pinjaman Formal dan Nonformal

Penulis : Fajar Widhiyanto
24 Jun 2023 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Pameran UMKM
Pameran UMKM

Secara umum, studi ini menyimpulkan bahwa stabilitas dan pertumbuhan menjadi prioritas bagi para pengusaha yang diwawancarai. Menurut penelitian ini, usaha kecil menghadapi volatilitas yang tinggi dalam pendapatan dan biaya mereka. Mereka mencatat "kenaikan biaya dan masalah pasokan" sebagai hambatan utama untuk mencapai visi pertumbuhan dan stabilitas mereka.

Laporan yang dipaparkan hari ini – The Indonesia Country Data Overview –  menjadi sebuah awal dari analisis dan temuan yang akan disampaikan oleh studi ini secara keseluruhan. Tim peneliti sedang bekerja untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut dan bekerja sama dengan mitra di sektor publik dan swasta untuk kepentingan usaha kecil di Indonesia.

Terakhir, hal ini memungkinkan perusahaan besar dan pemerintah untuk merancang atau meningkatkan produk dan program yang dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha kecil. Hal ini juga akan memungkinkan organisasi-organisasi untuk merancang produk layanan keuangan, termasuk layanan keuangan digital, yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dan investasi usaha kecil sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka dalam hal pendapatan, produktivitas, lapangan kerja, dan upah yang dibayarkan.

ADVERTISEMENT

Jonathan Morduch, Executive Director of the Financial Access Initiative dan Professor of Public Policy and Economics at New York University, menerangkan lebih lanjut terkait fokus penelitian SFD di Indonesia, UMKM sejauh ini merupakan pemberi lapangan kerja terbesar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Meskipun telah dilakukan penelitian statistik selama puluhan tahun, masih ada pertanyaan mendasar tentang mengapa sebagian UMKM tumbuh dan sebagian lainnya stagnan,”ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Sabtu (24/6/2023).

“Tujuan kami dalam penelitian ini adalah untuk mencoba memahami usaha kecil kecil dari bawah ke atas, dengan mendengarkan secara dekat bagaimana para pengusaha dan pekerja membuat pilihan-pilihan dengan cara mereka sendiri,” imbuhnya.

Sementara, dalam kata sambutannya,  Mohammad Rudy Salahuddin,  Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pencapaian program pengembangan UMKM Naik Kelas, sebagaimana amanah Presiden, melalui berbagai program pembangunan dan perumusan kebijakan yang strategis, terarah, dan berkeadilan.

“Kami mengapresiasi kerja sama jangka panjang dalam penelitian SFD ini sebagai bentuk dukungan kepada koperasi dan UMKM untuk pulih pasca pandemi, meningkatkan pertumbuhan, dan bersaing di pasar global. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang luas bagi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia, baik dalam hal merancang produk, sinergi kemitraan, maupun solutif atas berbagai tantangan ke depan,” ujar Rudy.

Sedangkan Subhashini Chandran, Vice President - Social Impact - Asia Pacific, Mastercard Center for Inclusive Growth mengatakan,  Mastercard memahami kekuatan data dan bagaimana data berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis, serta memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. “Penelitian ini dapat membantu memberikan masukan dalam pembuatan kebijakan dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan usaha kecil di Indonesia.”

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas arahan dan masukan dari Advisory Group yang beranggotakan lembaga pemerintahan, regulator, lembaga pembangunan internasional, LSM, dan pelaku sektor swasta; terutama dalam memastikan agar penelitian ini bermanfaat dalam memberikan masukan terhadap penyusunan kebijakan berbasis bukti. Kami berharap hasil temuan dan rekomendasi dalam penelitian ini dapat memberi manfaat seluas-luasnya bagi program-program pengembangan UMKM, termasuk perumusan kebijakan yang lebih efektif guna membantu pertumbuhan usaha kecil di Indonesia,” tutup Grace Retnowati, Country Director, MSC Indonesia.  

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia