76% UMKM Andalkan Pinjaman Formal dan Nonformal
Secara umum, studi ini menyimpulkan bahwa stabilitas dan pertumbuhan menjadi prioritas bagi para pengusaha yang diwawancarai. Menurut penelitian ini, usaha kecil menghadapi volatilitas yang tinggi dalam pendapatan dan biaya mereka. Mereka mencatat "kenaikan biaya dan masalah pasokan" sebagai hambatan utama untuk mencapai visi pertumbuhan dan stabilitas mereka.
Laporan yang dipaparkan hari ini – The Indonesia Country Data Overview – menjadi sebuah awal dari analisis dan temuan yang akan disampaikan oleh studi ini secara keseluruhan. Tim peneliti sedang bekerja untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut dan bekerja sama dengan mitra di sektor publik dan swasta untuk kepentingan usaha kecil di Indonesia.
Terakhir, hal ini memungkinkan perusahaan besar dan pemerintah untuk merancang atau meningkatkan produk dan program yang dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha kecil. Hal ini juga akan memungkinkan organisasi-organisasi untuk merancang produk layanan keuangan, termasuk layanan keuangan digital, yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dan investasi usaha kecil sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka dalam hal pendapatan, produktivitas, lapangan kerja, dan upah yang dibayarkan.
Jonathan Morduch, Executive Director of the Financial Access Initiative dan Professor of Public Policy and Economics at New York University, menerangkan lebih lanjut terkait fokus penelitian SFD di Indonesia, UMKM sejauh ini merupakan pemberi lapangan kerja terbesar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Meskipun telah dilakukan penelitian statistik selama puluhan tahun, masih ada pertanyaan mendasar tentang mengapa sebagian UMKM tumbuh dan sebagian lainnya stagnan,”ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Sabtu (24/6/2023).
“Tujuan kami dalam penelitian ini adalah untuk mencoba memahami usaha kecil kecil dari bawah ke atas, dengan mendengarkan secara dekat bagaimana para pengusaha dan pekerja membuat pilihan-pilihan dengan cara mereka sendiri,” imbuhnya.
Sementara, dalam kata sambutannya, Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pencapaian program pengembangan UMKM Naik Kelas, sebagaimana amanah Presiden, melalui berbagai program pembangunan dan perumusan kebijakan yang strategis, terarah, dan berkeadilan.
“Kami mengapresiasi kerja sama jangka panjang dalam penelitian SFD ini sebagai bentuk dukungan kepada koperasi dan UMKM untuk pulih pasca pandemi, meningkatkan pertumbuhan, dan bersaing di pasar global. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang luas bagi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia, baik dalam hal merancang produk, sinergi kemitraan, maupun solutif atas berbagai tantangan ke depan,” ujar Rudy.
Sedangkan Subhashini Chandran, Vice President - Social Impact - Asia Pacific, Mastercard Center for Inclusive Growth mengatakan, Mastercard memahami kekuatan data dan bagaimana data berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis, serta memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. “Penelitian ini dapat membantu memberikan masukan dalam pembuatan kebijakan dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan usaha kecil di Indonesia.”
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas arahan dan masukan dari Advisory Group yang beranggotakan lembaga pemerintahan, regulator, lembaga pembangunan internasional, LSM, dan pelaku sektor swasta; terutama dalam memastikan agar penelitian ini bermanfaat dalam memberikan masukan terhadap penyusunan kebijakan berbasis bukti. Kami berharap hasil temuan dan rekomendasi dalam penelitian ini dapat memberi manfaat seluas-luasnya bagi program-program pengembangan UMKM, termasuk perumusan kebijakan yang lebih efektif guna membantu pertumbuhan usaha kecil di Indonesia,” tutup Grace Retnowati, Country Director, MSC Indonesia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






