Jumat, 15 Mei 2026

Gubernur BI Tekankan Bauran Kebijakan Hadapi Gejolak Ekonomian Global

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Aug 2023 | 13:53 WIB
BAGIKAN
Gubernur BI Perry Warjiyo (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)
Gubernur BI Perry Warjiyo (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, pada 2023 dan 2024 nanti tetap akan menjalankan bauran kebijakan (policy mix) untuk menjaga geliat perekonomian nasional. Kebijakan moneter dijalankan dengan stance pro stabilitas sedangkan kebijakan makroprudensial untuk stance pro pertumbuhan ekonomi.

“Kami memiliki kerangka dasar kerangka penargetan inflasi tetapi kami juga menangani masalah arus modal serta stabilitas sistem keuangan,” ucap Perry saat membuka Ceremony ASEAN Fest 2023 di Jakarta pada Selasa (22/08/2023).

Menurut Perry, BI juga melakukan koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui Kebijakan Fiskal dan Reformasi Struktural dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Terlebih, pada saat ini, negara menghadapi trilema saat menjalankan kebijakan yaitu gejolak perekonomian global, stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Perry menuturkan beberapa, negara hanya menggunakan satu kebijakan saat menghadapi gejolak perekonomian global. Misalnya Bank Sentral Amerika Serikat yang hanya menggunakan kebijakan suku bunga acuan untuk menurunkan inflasi. “Tetapi kami juga menggunakan kebijakan fiskal, makroprudensial dan moneter ,” tutur dia.

Perry mengatakan, BI menjalankan kebijakan penanganan inflasi sekaligus menjaga nilai tukar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik inflasi tahunan pada Juli 2023 sebesar 3,08%. angka ini menurun dari posisi inflasi Juni 2023 sebesar 3,52%.

“Inilah yang kami lakukan. Dan beberapa aspek yang kita perlukan untuk arus modal, tetapi Indonesia menahan diri untuk tidak menggunakan manajemen arus modal. Inilah kebijakan moneter dan ekonomi terbuka ASEAN,” kata Perry.

Perry menambahkan, BI turut menjalankan langkah countercyclical melalui kebijakan makroprudensial. Ketika kondisi pinjaman terlalu tinggi, BI melakukan countercyclical. Namun, tetap menjaga stabilitas dan inklusi sistem keuangan.

“Ini yang kami lakukan di Indonesia. Makanya mulai tahun ini dan tahun depan kebijakan kita membuat moneter pro-stabilitas. Mengatasi inflasi, stabilitas nilai tukar, pro-stabilitas menggunakan komplemen suku bunga dengan kebijakan nilai tukar,” pungkas Perry.(ark)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia