Kontraksi Ekspor, Perlu Penyederhanaan dan Diversifikasi
16 Nov 2023 | 08:00 WIB
JAKARTA, investor.id – Nilai ekspor tahun berjalan Indonesia dari bulan ke bulan mengalamai tren kontraksi yang kian dalam. Setelah pada Januari – Maret 2023 masih tumbuh 1,6% secara year on year (yoy), ekspor Januari – April 2023 mulai masuk ke zona kontraksi yakni sedalam 7,61% (yoy). Kontraksi ini makin dalam hingga mencapai 12,15% (yoy) pada Januari – Oktober 2023 yakni menjadi US$ 214,41 miliar dari periode sama tahun lalu yang masih di US$ 244,06 miliar.
Kontraksi pada Januari - Oktober 2023 itu dialami baik oleh ekspor migas yang turun 2,06% menjadi US$ 13,16 miliar, maupun nonmigas yang anjlok 12,74% menjadi US$ 201,25 miliar. Bahkan, kontraksi ekspor dialami oleh semua sektor yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan merosot 10,44% menjadi US$ 3,68 miliar; pertambangan dan lainnya terjun bebas 20,80% menjadi US$ 42,41 miliar; serta industri pengolahan turun 10,30% menjadi US$ 155,16 miliar.

