Jumat, 15 Mei 2026

BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Capai 2,9%

Penulis : Arnoldus Kristianus
23 Nov 2023 | 16:20 WIB
BAGIKAN
Seseorang berdiri di depan papan saham elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang, baru-baru ini. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko, File)
Seseorang berdiri di depan papan saham elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang, baru-baru ini. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko, File)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global selama tahun 2023 akan menyentuh angka 2,9%. Sementara itu pertumbuhan ekonomi global di tahun 2024 diprediksi bakal melambat menjadi 2,8%.

“Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dengan ketidakpastian yang masih tinggi,” beber Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan November 2023 di Gedung Thamrin BI pada Kamis (23/11/2023).

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih tumbuh kuat didorong oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa yang berorientasi domestik. Sedangkan pertumbuhan ekonomi China didukung oleh konsumsi dan dampak stimulus kebijakan fiskal. Adapun inflasi di negara maju masih di atas target dengan tekanan yang mulai mereda.

ADVERTISEMENT

“Dengan perkembangan inflasi ini, suku bunga kebijakan moneter termasuk Federal Funds Rate (FFR) diperkirakan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lama (higher for longer),” kata Perry.

Dia mengatakan, yield obligasi Pemerintah negara maju, khususnya AS (US Treasury), naik tinggi karena premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait tingginya kebutuhan untuk pembiayaan fiskal. Ketidakpastian pasar keuangan masih berlanjut dan berpengaruh terhadap volatilitas aliran modal dan tekanan nilai tukar di negara berkembang.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat didukung oleh permintaan domestik. Kinerja ekonomi kuartal III-2023 tumbuh sebesar 4,94% (yoy), ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya investasi di tengah turunnya konsumsi pemerintah dan kinerja ekspor. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 diperkirakan dalam kisaran 4,5-5,3%.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diperkirakan meningkat didorong oleh tetap baiknya keyakinan konsumen, positifnya pengaruh pelaksanaan Pemilu, dan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). “BI akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan,” pungkas Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 15 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 47 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 58 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia