Jumat, 15 Mei 2026

BI: Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Kuartal III Lanjut Menurun

Penulis : Indah Handayani
18 Des 2023 | 10:26 WIB
BAGIKAN
Logo Bank Indonesia terlihat di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta pada 2 September 2020. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Foto)
Logo Bank Indonesia terlihat di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta pada 2 September 2020. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Foto)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyebut, posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal III-2023 mencatatkan kewajiban neto yang lanjut menurun. Pada akhir kuartalan III-2023, PII Indonesia mencatat kewajiban neto Rp 252,6 miliar, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir kuartal II-2023 sebesar Rp 253,8 miliar.

“Penurunan kewajiban neto tersebut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang dibarengi dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan pers, Senin (18/12/2023).

Erwin menjelaskan, posisi KFLN Indonesia menurun didorong aliran keluar modal asing pada investasi portofolio sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal III-2023 turun 0,1% (quarter to quarter) menjadi US$ 716,8 miliar dari US$ 717,6 miliar pada akhir kuartal II-2023.

ADVERTISEMENT

Menurut Erwin, penurunan tersebut terutama berasal dari turunnya posisi kewajiban investasi portofolio dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan surat utang swasta. Sementara itu, posisi kewajiban investasi langsung dan investasi lainnya masih menunjukkan peningkatan seiring tetap terjaganya optimisme terhadap prospek perekonomian domestik.

“Perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah,” tambah Erwin.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, posisi AFLN Indonesia meningkat dipengaruhi penempatan investasi langsung dan investasi lainnya pada beberapa instrumen keuangan luar negeri. Posisi AFLN pada akhir kuartal III-2023 tercatat sebesar US$ 464,2 miliar, naik 0,1% (qtq) dari US$ 463,8 miliar pada akhir kuartalan sebelumnya.

Peningkatan tersebut, lanjut Erwin, terutama disebabkan oleh naiknya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya dalam bentuk surat utang dan pinjaman. Sementara posisi aset cadangan devisa menurun antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai antisipasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.

“Peningkatan posisi AFLN tertahan oleh faktor perubahan lainnya terkait penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara penempatan aset,” jelasnya.

Erwin menegaskan, BI memandang perbaikan PII Indonesia pada kuartal III-2023 terus mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari rasio kewajiban neto PII Indonesia terhadap PDB pada kuartal III-2023 yang berada di kisaran 18,6%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartalan sebelumnya sebesar 18,8%.

Selain itu, Erwin menambahkan, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,9%) terutama dalam bentuk investasi langsung. Ke depan, BI meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan BI dan Pemerintah, serta otoritas terkait lainnya.

“Meskipun demikian, BI akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian,” tutup Erwin. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia