Jumat, 15 Mei 2026

APBN Surplus Rp 75,7 Triliun per 30 April 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Mei 2024 | 21:03 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (27/5/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (27/5/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA,investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat APBN mengalami surplus sebesar Rp 75,7 triliun atau 0,33% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 30 April 2024. Sedangkan keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp 237,1 triliun.

“Kinerja sampai akhir April 2024 menunjukan APBN dan keseimbangan primer masih dalam posisi surplus. Berbagai situasi yang mempengaruhi APBN tahun 2024 yang memang banyak diwarnai kondisi global,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (27/5/2024).

Realisasi pendapatan negara mencapai Rp 924,9 triliun atau 33% dari target penerimaan yang sebesar Rp 2.802,3 triliun. Angka ini tumbuh 7,6% dari periode yang sama tahun 2023. Kondisi penerimaan negara mengalami penurunan karena tidak mendapatkan windfall harga komoditas seperti tahun 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

“Penurunan (karena tahun sebelumnya) kita mendapat windfall dari harga komoditas yang meningkat,” tutur Sri Mulyani.

Pendapatan negara terbagi dalam tiga kelompok yaitu penerimaan pajak sebesar Rp 624,2 triliun; kepabeanan dan cukai sebesar Rp 95,7 triliun; dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 203,3 triliun.

Realisasi penerimaan pajak yang sampai akhir April 2024 sebesar Rp 624,19 triliun menunjukan bahwa penerimaan pajak baru mencapai 31,38% dari target. Pada tahun 2024 ini pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 2.309,9 triliun.

Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp 849,2 triliun per 30 April 2024. Pemerintah telah menggunakan anggaran belanja 25,5% dari pagu belanja negara tahun 2024 yang sebesar Rp 3.324,1 triliun. Angka ini tercatat tumbuh 10,9% dari periode yang sama tahun 2023.

“Belanja negara Rp 849,2 triliun atau 25,5% dari pagu. ini artinya 25,5% dari pagu anggaran 2024 sudah dibelanjakan. Jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya terjadi pertumbuhan 10,9%,” terang Sri Mulyani.


 

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia