Jumat, 15 Mei 2026

BI Perkirakan The Fed Turunkan Suku Bunga Acuan Dua Kali Tahun 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Aug 2024 | 15:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi suku bunga. (Investor Daily/Prisma Ardianto)
Ilustrasi suku bunga. (Investor Daily/Prisma Ardianto)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan (Fed Funds Rate/FFR) sebanyak 2 kali, masing-masing sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2024 ini. BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda dengan risiko yang masih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi global tahun diperkirakan sebesar 3,2% dengan kecenderungan yang melambat. Perkembangan ini mendorong kuatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate alias FFR yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan.

“Dalam dua hari ini kami mendiskusikan bahwa Fed Funds Rate akan turun dua kali tahun ini yaitu mulai September dan November/Desember. Jadi dua kali masing-masing 25 basis poin,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Agustus 2024 di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Rabu (21/8/2024).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai melambat di semester II 2024 seiring dengan penurunan permintaan domestik. Sementara itu, ekonomi China belum kuat, dan ekonomi Eropa terus membaik. Perlambatan ekonomi AS berdampak pada meningkatnya pengangguran dan menurunnya inflasi yang lebih cepat ke arah sasaran inflasi jangka panjang sebesar 2%.

“Perkembangan ini kemudian menyebabkan penurunan yield US Treasury tenor 2 tahun, yang diikuti dengan penurunan yield US Treasury tenor 10 tahun, dan pelemahan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia,” kata Perry.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global juga mulai mereda. Perkembangan tersebut mendorong meningkatnya aliran masuk modal asing dan memperkuat mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ke depan, risiko terkait kekhawatiran resesi di AS dan dinamika geopolitik perlu terus dicermati. Kondisi ini memerlukan kehati-hatian dalam merumuskan respons kebijakan dari rambatan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.

Ramalah BI Tahun 2025

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia