Jumat, 15 Mei 2026

Komisi XI Sanggah Gubernur BI, Pelemahan Rupiah Tak Terkait Penggeledahan KPK

Penulis : Yustinus Patris Paat
19 Des 2024 | 21:03 WIB
BAGIKAN
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, belum lama ini. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, belum lama ini. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa)

Misbakhun juga mengomentari soal penggeledahan KPK terhadap kantor pusat Bank Indonesia atau BI. Menurut dia, hal tersebut merupakan prosedur hukum yang dihormati atas kasus yang ditangani KPK.

“Terkait dengan penggeledahan KPK di kantor Bank Indonesia itu adalah prosedur dari proses hukum yang harus dihormati dalam rangka penegakan hukum atas kasus yang sedang didalami oleh KPK,” pungkas Misbakhun.

Diketahui, pada Senin malam, 16 Desember 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menggeledah kantor pusat Bank Indonesia untuk mengusut penyalahgunaan dana corporate social responsibility (CSR). Beberapa ruangan diperiksa sejak malam hingga subuh, termasuk ruang kerja Gubernur Bank Indonesia di Gedung Thamrin BI, Jakarta.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, merespons pemeriksaan oleh KPK, Gubernur BI, Perry Warjiyo tak menampik bahwa pemberitaan tentang kasus korupsi penggunaan dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) di BI dan OJK turut berdampak pada kondisi stabilitas nilai tukar rupiah.

“Segala berita akan berpengaruh terhadap kondisi pasar, termasuk nilai tukar rupiah. Tentu saja BI dengan berbagai berita-berita yang berpengaruh terhadap pasar termasuk nilai tukar rupiah. BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Desember 2024 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (18/12/2024).

Perry pun menegaskan bahwa ikhtiar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan melalui tiga jenis intervensi yaitu Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, hingga ke pasar surat berharga negara (SBN). BI juga menggunakan instrumen pro-maret yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

“BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi dan langkah lain seperti SRBI,” imbuh Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia