Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Jamin Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Alokasi Bantuan Sosial

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Jan 2025 | 16:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan efisiensi anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan transfer ke daerah hingga Rp 306,69 triliun tidak akan mengganggu belanja bantuan sosial (bansos). Penggunaan anggaran belanja harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Oleh karena itu yang tidak dipotong adalah anggaran-anggaran belanja bantuan sosial tidak ada sedikitpun pengurangan disitu,” ucap Sri Mulyani dalam BRI Microfinance Outlook 2025 pada Kamis (30/1/2025).

Efisiensi anggaran dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Dalam Inpres ini pemerintah melakukan reviu untuk anggaran K/L dalam APBN 2025, APBD 2025, dan transfer ke daerah.

ADVERTISEMENT

Menteri/Pimpinan lembaga diminta untuk melakukan identifikasi rencana efisiensi belanja K/L sesuai besaran yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Identifikasi dilakukan terhadap belanja operasional dan non operasional.

Beberapa pos belanja yang harus diefisiensikan adalah belanja operasional perkantoran, belanja pemeliharaan, perjalanan dinas, bantuan pemerintah, pembangunan infrastruktur, serta pengadaan peralatan mesin. Pos-pos belanja yang tidak termasuk dalam efisiensi anggaran adalah belanja pegawai dan belanja bantuan sosial.

Sri Mulyani mengatakan efisiensi ini akan dilakukan agar alokasi anggaran benar-benar digunakan sesuai peruntukan. Dalam APBN 2025, alokasi belanja negara dialokasikan sebesar Rp 3.621,3 triliun. Dari alokasi tersebut tercatat ada alokasi sebesar Rp 121 triliun untuk program quick win pemerintah.

“Saat ini bahkan kami melakukan lagi adjustment agar makin tajam berbagai penyesuaian anggaran di kementerian dan lembaga yang diinstruksikan oleh bapak presiden sedang berjalan,” tutur Menkeu.

16 Pos Belanja yang Dipangkas

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia