Jumat, 15 Mei 2026

Rosan Respons Kabar Premanisme Ormas di Kawasan Industri

Penulis : Bambang Ismoyo
11 Feb 2025 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani usai menghadiri Mandiri Investment Forum 2025 yang berlangsung di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (11/2/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani usai menghadiri Mandiri Investment Forum 2025 yang berlangsung di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (11/2/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merespon kabar aksi Organisasi Masyarakat (Ormas) yang dituding mengganggu kegiatan usaha di kawasan industri.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengungkapkan, permasalahan ini dapat diselesaikan melalui diskusi dengan komunitas setempat. Menurut dia, pemerintah juga akan aktif melibatkan masyarakat untuk dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di sekitar kawasan industri.

“Perlu ada komuniti diskusi yang lebih baik. Kalau semua lancar, semuanya damai, dan itu kan juga menciptakan lapangan pekerja di situ,” ungkap Rosan usai menghadiri acara Mandiri Investment Forum 2025 yang berlangsung di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan di kawasan industri akan menambah simpul-simpul ekonomi baru. Sebagai contoh, masyarakat sekitar dapat membangun area makan atau penginapan di kawasan industri.

“Apalagi di kawasan ekonomi khusus, penduduk sekitar bisa mempunyai restoran atau penginapan yang bisa menyewakan para pekerja-pekerjanya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas) telah membuat resah para pelaku kawasan industri. Hal tersebut disebut telah membuat para pelaku usaha merugi, imbas investor enggan menanamkan dana triliunan.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Sanny Iskandar menerangkan, akibat aksi premanisme tersebut, para investor langsung minta jaminan ke Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan mengadu kepada presiden soal kondisi tersebut.

“Akhirnya beberapa investor, beberapa investor akhirnya nulis surat langsung ke Presiden, nulis surat ke Presiden, ketemu Presiden,” ujar Sanny.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia