Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani Cuma Pangkas 16% Anggarannya, Kementerian Lain Bisa 30-70%

Penulis : Arnoldus Kristianus / Prisma Ardianto
13 Feb 2025 | 18:27 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp 8,9 triliun pada Tahun Anggaran 2025. Nilai itu mencakup 16,7% dari nilai anggaran sebelumnya yang mencapai Rp 53,1 triliun.

Dengan efisiensi tersebut maka alokasi anggaran Kemenkeu dari Rp menjadi Rp 44,2 triliun. Putusan itu selaras dengan instruksi Presiden Prabowo agar semua Kementerian/Lembaga (K/L) melakukan efisiensi anggaran.

“Pimpinan dan para anggota Komisi XI yang kami hormati, kami mohon persetujuan dari Komisi XI pagu anggaran Kemenkeu yang tadinya Rp 53,19 triliun, efisiensinya Rp 8,9 triliun, sehingga anggaran Kemenkeu tahun 2025 menjadi Rp 44,20 triliun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR pada Kamis (13/2/2025).

ADVERTISEMENT

Adapun strategi pemenuhan efisiensi Kementerian Keuangan TA 2025 adalah memenuhi prinsip efisiensi, yaitu belanja gaji tidak diefisienkan, sedangkan efisiensi dilakukan terhadap belanja barang dan modal. Upaya efisiensi dilakukan dengan memastikan target penerimaan negara dan pelayanan publik tidak terganggu serta tetap berjalan, yakni menghitung kebutuhan mandatory yang harus dibayarkan di TA 2025, serta melakukan perubahan perilaku belanja.

“Yang kita optimalkan dan efisienkan adalah berbagai belanja-belanja operasi seperti konsinyering, kegiatan seremonial. Kita hapuskan seluruh bahan, pengadaan souvenir, menciptakan banner, spanduk, bahan, konsumsi itu rapat, kami tidak ada lagi di dalam rapat itu konsumsi,” tutur Sri Mulyani.

Dalam merespon kebijakan efisiensi, Kemenkeu melakukan penerapan cara kerja baru dan perubahan perilaku belanja. Dengan adanya perubahan ini Kemenkeu berupaya mengakselerasi kinerja dalam meningkatkan kualitas tanpa menimbulkan dampak dari sisi belanja.

Efisiensi menjadi momentum penguatan dan budaya disiplin anggaran yang selama ini telah dilakukan. Efisiensi dilakukan mulai dari efisiensi dokumen, pembatasan perjalanan dinas hingga menghilangkan kudapan saat rapat.

“Jadi, lebih banyak digunakan secara bersama, pembatasan perjalanan dinas yang betul-betul sangat-sangat urgen sesuai presiden adalah yang tugas negara saja,” kata dia.

Bandingkan Dengan Beberapa K/L Lain

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia