Jumat, 15 Mei 2026

Efisiensi Anggaran Rp 750 T Jangan Sampai Korbankan Kualitas Pelayanan Publik

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Feb 2025 | 19:41 WIB
BAGIKAN
Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat perayaan HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat perayaan HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Bila efisiensi anggaran tetap dilakukan, maka diperlukan mekanisme pengawasan yang ketat supaya anggaran yang telah dipotong tidak dikorupsi atau dialihkan ke pos-pos yang tidak semestinya.

Pemerintah harus memperkuat pengawasan internal. Setiap K/L harus memperkuat mekanisme pengawasan internal untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran. Auditor internal harus lebih independen dan memiliki kewenangan lebih besar dalam mengawasi penggunaan anggaran.

Dari sisi transparansi dan akuntabilitas, pemerintah harus membuka laporan keuangan dan penggunaan anggaran secara berkala agar masyarakat dapat ikut memantau. Digitalisasi sistem keuangan pemerintah dapat menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi. Organisasi masyarakat sipil dan media memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan anggaran. Investigasi independen dan laporan dari masyarakat dapat membantu mencegah terjadinya korupsi dan penyelewengan dana negara.

ADVERTISEMENT

“KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kejaksaan Agung, dan kepolisian harus lebih aktif dalam mengawasi implementasi efisiensi anggaran. Setiap indikasi penyimpangan harus segera ditindaklanjuti dengan sanksi yang tegas,” kata Achmad.

Sebelumnya Anggota Badan Anggaran DPR Marwan Cik Asan mengatakan, efisiensi anggaran belanja yang dilakukan pemerintah diharapkan tidak memberikan dampak negatif ke perekonomian nasional. Meskipun tujuan kebijakan ini baik tetapi bila tidak dijalankan dengan optimal, maka akan memberikan dampak negatif ke perekonomian.

“Pemerintah sudah mengambil suatu langkah untuk menyelamatkan perekonomian kita dan melanjutkan beberapa program dengan program efisiensi. Namun kadang-kadang efisiensi ini bisa berefek yang lebih dahsyat dari yang kita duga,” kata Marwan.

Dia berpendapat, ikhtiar efisiensi tidak selalu berdampak positif. Oleh karena itu, harus ada upaya kehati-hatian agar penerapan efisiensi anggaran tidak menjadi bumerang bagi pemerintah. Terutama terhadap alokasi anggaran untuk kebijakan pemerintah yang seharusnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kadang-kadang kita ingin hemat 10 ternyata kita rugi 100. Jadi tidak selamanya efisiensi itu baik ya. Kadang-kadang potensi dan kesempatan akhirnya hilang karena kita berpikir bahwa kita harus efisien, kita harus mendapatkan 10 tapi ternyata kita kehilangan 200. Tentu ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Marwan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia