Jumat, 15 Mei 2026

Setelah Deregulasi Impor, Apindo Desak Pemerintah Buat Deregulasi Ketenagakerjaan

Penulis : Rama Sukarta
7 Jul 2025 | 15:45 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Sejumlah pekerja membuat tembok pembatas dalam pembangunan salah satu industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (4/7/2025). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Foto ilustrasi. Sejumlah pekerja membuat tembok pembatas dalam pembangunan salah satu industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (4/7/2025). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melonggarkan aturan impor dengan mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 tahun 2024 dan menerbitkan sembilan Permendag baru berdasarkan klaster komoditas. Kebijakan deregulasi ini disambut positif dunia usaha, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mengatakan bahwa deregulasi impor dapat memotong rantai pasok industri dan mengembalikan gairah investasi.

Dunia industri padat karya Indonesia sendiri menghadapi tekanan sejak awal tahun 2025. Guncangan seperti tensi geopolitik dan kebijakan tarif mempengaruhi Indonesia dan negara-negara lain.

Hal tersebut tercermin pada PMI Manufaktur yang kian menipis. PMI Manufaktur Indonesia bulan Juni 2025 terkontraksi pada level 46,9. Angka ini menunjukan pelemahan daripada bulan sebelumnya 47,4.

ADVERTISEMENT

Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Adhi S. Lukman mengatakan, pihaknya prihatin melihat perkembangan di awal tahun yang semestinya terjadi perbaikan perekonomian, namun berlanjut menjadi pelemahan karena faktor-faktor eksternal. Dengan demikian, kontraksi ekonomi yang dialami industri menjadi cukup berat.

“Tapi kami melihat ada beberapa respon positif dari lapangan. Di bulan Juni kemarin sudah ada beberapa sektor industri yang sudah mulai menggeliat. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut, sehingga kita bisa lebih optimis menghadapi situasi yang tidak menentu saat ini,” ucap Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Adhi S. Lukman pada Senin (7/7/2025).

Setelah Deregulasi Impor, Apindo Desak Pemerintah Buat Deregulasi Ketenagakerjaan
Ilustrasi: Investor Daily

Adhi melihat pemerintah tidak tinggal diam menyikapi kondisi terkini. Pemerintah telah menggulirkan kelonggaran impor melalui kebijakan deregulasi untuk menyelamatkan kontraksi di sektor aktur. Kebijakan pro industri itu diharapkan dilanjutkan pemerintah dengan merancang deregulasi ketenagakerjaan.

“Deregulasi terkait ketenagakerjaan menjadi salah satu kunci untuk kepastian perusahaan di Indonesia. Kemudian juga bagaimana Kita membangun ekosistem ketenagakerjaan kita menjadi lebih produktif,” tambah Adhi.

Adhi menilai pemerintah perlu mengambil langkah yang bijak untuk mendorong dunia ketenagakerjaan domestik, terutama mengingat ancaman gelombang PHK yang merajalela akhir-akhir ini. Data Kementerian Ketenagakerjaan menyebut angka PHK per 20 Mei 2025 mencapai 26.454 pekerja di-PHK. Hal ini berpotensi memberi dampak terhadap perekonomian negara.

“Kita berharap ini juga menjadi salah satu sinergi, selain deregulasi teknis yang tadi terkait dengan import, kita juga mengharapkan ekosistem ketenagakerjaan ini bisa dibangun berdasarkan produktivitas. Sehingga ini akan semakin mendorong manufacturing kita dan meningkatkan produktivitas nasional, sehingga kita akan lebih berdaya saing di dalam menghadapi situasi global saat ini,” tutup Adhi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia