Prabowo Sasar 25 Juta Penerima MBG pada Agustus 2025
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto bilang sebanyak 20 juta orang penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) pada akhir Agustus 2025. Dengan proyeksi optimistis, dia yakin penerima manfaat bahkan bisa mencapai 25 juta orang.
Prabowo menyebut bahwa pada bulan Juli 2025 ini, program MBG telah menjangkau lebih dari 6 juta penerima manfaat. Dia percaya jumlah tersebut akan melonjak signifikan pada bulan depan.
“Insyaallah bulan Agustus akhir akan mencapai 20 juta lebih. Bahkan sasaran kita siapa tahu bisa mencapai di atas 25 juta pada bulan Agustus,” ungkap Prabowo dalam keterangannya, dikutip Senin (21/7/2025).
Prabowo mengatakan, program makan bergizi gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi bangsa. Program MBG yang saat ini dijalan pemerintah Indonesia telah mendapat perhatian global.
“Di mana-mana saya didatangi di luar negeri, program-program kita dibahas di luar negeri. Program makan bergizi gratis dibahas di luar negeri. Belum pernah ada program yang semasif kita,” ungkap Prabowo.
Pemerintah memasang target ambisius untuk menyasar 82,9 juta orang penerima manfaat hingga akhir 2025. Untuk mencapai jumlah itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal Juli ini mengatakan, target 20 juta orang penerima manfaat akan direalisasikan sampai dengan akhir Agustus 2025.
Target itu akan didukung dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk program MBG pada medio Juli 2025 ini. Dua hal itu yang akan membuat penerima MBG bertambah secara signifikan pada bulan depan.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (1/7/2025) menyoroti realisasi anggaran MBG yang masih minim. Selama semester I-2025, anggaran MBG baru terealisasi Rp 5 triliun atau mencakup 7% dari pagu APBN 2025 yang mencapai Rp 71 triliun.
Dari dana tersebut dialokasikan hanya untuk menjangkau 15,5 juta anak sekolah dan 2,4 juta ibu hamil serta menyusui, dengan total target penerima manfaat sebanyak 17,9 juta jiwa pada tahun ini.
Namun pemerintah telah merancang tambahan anggaran MBG sebesar Rp 100 triliun, sehingga total anggaran menjadi Rp 171 triliun. Hal ini untuk memastikan mempercepat jangkauan penerima manfaat pada tahun ini. Oleh karena itu, Menkeu mengatakan pemerintah perlu mengakselerasi pelaksanaan program untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kalau kita lihat target penerima manfaat di tahun 2025 adalah mencapai 30 ribu SPPG dan 82,9 juta penerima manfaat yang ditargetkan maka masih akan dibutuhkan upaya keras untuk bisa mencapai pada 6 bulan ke depan,” tutur Sri Mulyani.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






