3 Program Prioritas Prabowo Jadi Kunci Nol Kemiskinan Ekstrem 2026
JAKARTA, investor.id – Tiga program prioritas Presiden Prabowo Subianto yaitu makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa/kelurahan merah putih, dan sekolah rakyat diyakini menjadi kunci untuk menekan kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Ia menambahkan, tiga program tersebut juga menargetkan penurunan kemiskinan relatif menjadi 4,5–5% pada 2029.
Budiman menjelaskan, pemerintah menargetkan legalisasi 15.000 koperasi pada Agustus 2025. Koperasi ini akan berfokus pada sektor pangan, yang nantinya akan terhubung dengan pemanfaatan limbah pertanian dan pangan menjadi energi baru terbarukan (EBT).
“Dari bertani sampai makan, ada limbah yang bisa diolah menjadi energi, seperti sekam padi atau sisa makanan. Koperasi pangan akan disertai koperasi limbah untuk EBT,” ujar Budiman di kantornya, Kamis (14/8/2025).
BP Taskin sendiri akan memainkan peran ganda. Di hilir, mereka akan mengimplementasikan program makan bergizi gratis di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan kantong-kantong kemiskinan, dengan melibatkan warga miskin setempat sebagai tenaga kerja. Di hulu, BP Taskin akan mendorong produksi pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah tersebut melalui rantai pasok terintegrasi.
Menurut Budiman, pengembangan koperasi desa dan kelurahan merah putih ini berpotensi menyerap hingga 2 juta tenaga kerja jika 1.000 koperasi berhasil dibangun. Ia juga menyoroti data BPS yang menunjukkan penurunan kemiskinan di desa lebih cepat dibandingkan di kota, sebuah fenomena yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia.
Hal ini terjadi karena desa telah memiliki kelembagaan finansial yang kuat seperti BUMDes dan dana desa, ditambah jaring pengaman sosial budaya. Sementara itu, di kota tingkat pengangguran lebih tinggi karena investasi yang masuk cenderung padat modal dan membutuhkan keterampilan tinggi.
“Koperasi desa dan kelurahan merah putih ini menjadi jawaban. Skill yang dibutuhkan beragam, mulai dari pertanian, manajemen, digital, energi terbarukan, hingga industri kreatif,” jelas Budiman.
Sebagai implementasi awal, pemerintah berencana membangun aglomerasi koperasi desa merah putih di Brebes, Indramayu, dan Cirebon, serta berencana memperluasnya ke Lombok. Nota kesepahaman (MoU) untuk program ini dijadwalkan akan ditandatangani pada 20 Agustus mendatang.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






