Rupiah Diramal Tembus Segini Usai Purbaya Jadi Menkeu
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar Rupiah (IDR) terhadap Dolar AS kembali mengalami pelemahan pada Selasa (9/9) yang menjadi hari pertama bagi Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Menteri Keuangan.
Seperti diketahui, Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati untuk masa kerja 2024-2029 di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Rupiah ditutup melemah 172 point pada perdagangan Selasa sore (9/9), setelah sebelumnya sempat melemah 190 point di level Rp 16.481 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.309.
"Sedangkan untuk perdagangan (Rabu) besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.480 - Rp 16.540," ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Ibrahim mengungkapkan, pencopotan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan memicu kekhawatiran investor global atas arah fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyoroti kabar mundurnya Sri Mulyani yang muncul dalam beberapa pekan terakhir. seiring meningkatnya gejolak politik dan protes publik terkait fasilitas mewah anggota parlemen.
Bahkan, kediamannya sempat dijarah demonstran, memicu kekhawatiran dia akan mengundurkan diri.
"Isu tersebut sempat mendorong aksi jual saham dan obligasi domestik, sebelum akhirnya mereda setelah Sri Mulyani menepis rumor lewat pernyataan di akun Instagram pribadinya pekan lalu. Namun, pencopotannya secara mendadak pada Senin malam justru semakin mengejutkan pasar," Ibrahim menyebutkan.
Sri Mulyani sendiri dikenal sebagai sosok yang menjaga stabilitas dan kepastian bagi investor domestik maupun.
Beliau merupakan jangkar sentimen investor berkat pengalaman dan rekam jejaknya, berbagai krisis mulai dari anjloknya rupiah pada 2018 hingga pandemi Covid-19, selalu tampil sebagai figur yang menenangkan pasar. Oleh karena itu, kepergiannya kali ini dinilai berpotensi mengguncang kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia," lanjut Ibrahim.
Dia melihat, pasar bereaksi negatif terhadap reshuffle kabinet Prabowo, terlihat dari arus keluar modal asing atau capital outflow dari saham mencapai US$ 254 juta hanya dalam empat hari pertama bulan September, dengan obligasi mencatat penjualan lebih besar.
Pelemahan Rupiah juga terjadi menyusul rilis data yang menunjukkan penurunan di pasar tenaga kerja AS. Data yang paling menarik perhatian adalah data penggajian nonpertanian, yang menunjukkan AS hampir tidak menciptakan lapangan kerja baru di bulan Agustus
Rupiah Lesu Buntut Politik di Eropa dan Asia Timur Memanas
Selain itu, pelemahan Rupiah juga terjadi seiring kondisi politik di Eropa yang memanas setelah Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou mengundurkan diri setelah kehilangan mosi kepercayaan di Majelis Nasional.
Politik di Jepang juga dilanda ketidakpastian setelah pengunduran diri PM Shigeru Ishiba, serta prospek sanksi AS yang lebih ketat terhadap Rusia menyusul serangan mematikan Moskow terhadap Ukraina di akhir pekan, juga berkontribusi pada permintaan aset safe haven untuk emas batangan.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS akan menyelenggarakan pertemuan pekan depan, dan para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga seperempat poin sebesar 89,4%. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman konsumen dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Beberapa pejabat The Fed juga memberi sinyal dalam beberapa pekan terakhir bahwa bank sentral akan terbuka terhadap penurunan suku bunga di tengah semakin banyaknya tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






