Jumat, 15 Mei 2026

Bank BNI Respons Rencana Menkeu Purbaya Suntik Rp 200 Triliun ke Himbara

Penulis : Monique Handa Shafira
12 Sep 2025 | 11:44 WIB
BAGIKAN
Kantor Pusat BNI (Foto: IST)
Kantor Pusat BNI (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) memberikan respons terkait rencana pemerintah untuk menarik dana cadangan berlebih atau excess reserve sebesar Rp 200 triliun guna ditempatkan pada bank-bank plat merah.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan bahwa langkah strategis pemerintah ini dapat memberikan tambahan ruang likuiditas bagi perbankan. Hal ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Bos Gudang Garam (GGRM) Bongkar Tantangan Berat Industri Rokok

“BNI menyambut baik setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Penempatan dana di perbankan tentu akan menambah ruang likuiditas dan menjadi stimulus positif dalam mendukung pembiayaan di sektor riil,” kata Okki dalam keterangan resmi, Jumat (12/9/2025).

ADVERTISEMENT

Okki menekankan, BNI berkomitmen untuk menyalurkan kredit secara sehat dan produktif. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Ritel Diguyur, Pengendali Jualan Terus

“BNI berkomitmen untuk tetap menyalurkan kredit secara sehat dan produktif, sejalan dengan prioritas pemerintah,” tegasnya.

Kendati begitu, Okki menyampaikan bahwa efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada aturan teknis dan implementasi lebih lanjut dari regulator. Beberapa aspek kunci yang memerlukan kejelasan mencakup skema penempatan dana, tata kelola, jangka waktu, mitigasi risiko, serta prioritas penyaluran kepada sektor-sektor tertentu.

Menurutnya, kebijakan penarikan dana cadangan berlebih ini sebagai langkah untuk memperkuat intermediasi perbankan dan mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional, dan juga dengan likuiditas yang lebih kuat, bank diharapkan dapat lebih agresif dalam mendanai proyek-proyek strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan kebijakan akan menarik dana sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk menjaga likuiditas dan menggerakkan sektor riil.

Adapun Purbaya menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI setelah resmi dilantik menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu RI periode 2025-2029, setelah reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025).

“Selama ini ada sekitar Rp 430 triliun di BI. Saya pindahkan Rp 200 triliun ke sistem perbankan supaya uangnya bisa tumbuh dan ekonomi bisa jalan lagi,” ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia