Kamis, 14 Mei 2026

Indofood Bidik Penyerapan 70% Capex 2017

Penulis : Gora Kunjana
10 Aug 2017 | 17:19 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) optimistis terhadap penyerapan sekitar 60-70% dari total alokasi belanja modal (capital expendicture/capex) hingga akhir 2017. Total belanja modal tahun ini dianggarkan senilai Rp 9,1 triliun.


Direktur Indofood Sukses Makmur Werianty Setiawan mengatakan, perseroan telah menyerap capex sebesar Rp 2,1 triliun (konsolidasi) hingga semester I-2017. Sebagian besar dana atau setara dengan Rp 1 triliun dimanfaatkan anak usaha perseroan, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

ADVERTISEMENT


“Selanjutnya, kami akan melanjutkan ekspansi dalam hal menbuat flexible packaging pada sisa semester II tahun ini. Perseroan juga akan berupaya meningkatkan kapasitas produksi susu, mie instan, dan ice cream,” ungkap Werianty di Jakarta, Rabu (9/8).


Perseroan juga memanfaatkan belanja modal tersebut untuk membiayai ekspansi dari sisi makanan, dan bisnis agribisnis. “Apabila penyerapannya baik tentu secara total capex kami dapat terserap kisaran 60-70% pada akhir 2017,” tutur dia.


Pada kesempatan sama, Direktur Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang juga memaparkan bahwa pihaknya tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dari sisi tepung. “Kami berniat menaikan kapasitas tiga mesin menjadi 1,200 ton, dibandingkan kapasitas terpasang sekarang sebesar 800 ton. Kami juga akan menaikkan kapasitas mesin di Cibitung menjadi 750 ton per hari,” jelas dia.


Berdasarkan laporan keuangan semester I-2017, Indofood Sukses Makmur telah membukukan kenaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 4,6% secara year on year (YoY) hingga menjadi Rp 35,65 triliun. Kemudian, jika meninjau dari sisi laba bersih konsolidasi, emiten ini telah mencetak pertumbuhan 1,8% (YoY) menjadi Rp 2,27 triliun. (dka)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 16 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia