Malindo Feedmill Raih Pinjaman Rp 250 Miliar
JAKARTA, investor.id - PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mendapatkan pinjaman dana dengan jenis Time Loan Revolving dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 250 miliar. Pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan
"Kedua pihak telah menandatangani perjanjian kredit tersebut pada 18 November 2019 dengan memberikan jaminan utang atas aset-aset Malindo manapun sebagaimana mungkin dipersyaratkan oleh kreditur, berdasarkan perjanjian kredit baik sekarang ataupun di kemudian hari," ujar Sekretaris Perusahaan Malindo Feedmill Andre A Hendjan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/11).
Pada kuartal III-2019, emiten yang bergerak di bidang produsen pakan ternak dan unggas ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,66 triliun, naik 17,17% di banding periode yang sama pada tahun lalu Rp 4,83 triliun. Capaian tersebut dikontribusi oleh penjualan pakan ternak yang meningkat 25,36% menjadi 3,74 triliun dibanding periode sebelumnya.
Sedangkan dari segmen penjualan anak ayam dan itik usia sehari (DOC) berkontribusi kepada perseroan sebesar Rp 1 triliun atau naik 8,54% dari tahun lalu.
Meskipun begitu, beban pokok penjualan perseroan tercatat naik sebesaar 20,32% menjadi Rp 5 triliun dibanding perode sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada segmen laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yakni Rp 195,39 miliar, menurun sebesar 13,38% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 225,59 miliar.
Tantangan
Emiten sektor peternakan ayam masih menghadapai tantangan berat hingga penghujung akhir tahun ini. Tantangan tersebut datang dari belum pulihnya permintaan daging ayam bersamaan dengan ekspektasi kenaikan harga pembelian bahan baku jagung.
Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengatakan, harga jual ayam pedaging diproyeksikan tetap lanjutkan pelemahan hingga semester II tahun ini. Sentimen negatif bisnis peternakan datang dari ekspektasi lemahnya permintaan daging ayam bersamaaan dengan kenaikan harga pembelian jagung sebagai bahan baku pakan ternak.
Terkait kebijakan pemerintah mengintervensi industri peternakan ayam, dia mengatakan, hal tersebut hanya bersifat sementara dan belum bisa mengembalikan harga jual daging ayam kembali seperti tahun lalu.
“Kami menilai adanya kebijakan pemerintah untuk mengintervensi peternakan ayam, harga jual ayam pedaging dan DOC diharapkan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Meski rata-rata target harga jual ayam pedaging tahun ini diperkirakan tetap di bawah realisasi tahun 2018,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler


