Kamis, 14 Mei 2026

Perkuat Bisnis Ritel, Danareksa Sekuritas Targetkan 50 Ribu SID Baru

Penulis : Mashud Toarik
2 Mar 2020 | 21:25 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari (tengah) saat diskusi media dan perkenalan manajemen baru PT Danareksa Sekuritas di BRILiaN Center, Jakarta, Senin (2/3/2020). Majalah Investor/Uthan A Rachim
Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari (tengah) saat diskusi media dan perkenalan manajemen baru PT Danareksa Sekuritas di BRILiaN Center, Jakarta, Senin (2/3/2020). Majalah Investor/Uthan A Rachim

JAKARTA, investor.id - Akhir tahun 2018 lalu merupakan tonggak baru dalam sejarah PT Danareksa Sekuritas (DS), kala itu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengakuisisi 67% saham Anggota Bursa dengan kode perdagangan OD tersebut. Sementara pemilik mayoritas saham sebelumnya yakni PT Danereksa (Persero) masih mengempit 33% saham. Transaksi akuisisi ini otomatis menjadikan BRI sebagai pemegang saham pengendali Danareksa Sekuritas.

Bagi BRI, masuknya Danareksa Sekuritas sebagai anak usaha akan memuluskan langkah bank ini dalam mewujudkan visi sebagai “Integrated Financial Solution.” Untuk itu tanpa ragu BRI memberikan mandate pada DS untuk akuisisi rekening efek pegawai BRI group, sekaligus nasabah ritel bank ini.

Dalam mengeksekusi strategi ini pemegang saham memandang DS harus dikelola oleh direksi yang mumpuni dibidangnya. Karena itu jajaran direksi DS dirombak dengan mengangkat Friderica Widyasari Dewi sebagai nakhoda baru DS pada 10 Februari 2020 lalu. Sebagai Mantan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sekaligus Mantan Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Friderica yang akrab disapa Kiki diyakini piawai untuk membawa DS menjadi perusahaan sekuritas dengan jumlah nasabah ritel terbesar sesuai sasaran yang dimandatkan pemegang saham.

Terkait itu Friderica bersama tim langsung tancap gas dengan menyusun strategi dengan fokus utama melakukan sosialisasi dan edukasi terutama pada karyawan BRI di seluruh Indonesia. Harapannya seluruh karyawan BRI memiliki rekening efek di DS. Selanjutnya akan dilakukan pada nasabah-nasabah potensial BRI. “Kami memiliki capitive market yang besar, kami akan fokus “bermain” di rumah sendiri dulu,” urai Kiki saat Temu Media di Jakarta, Senin (2/3/2020).

ADVERTISEMENT

Untuk tahun ini Kiki mengatakan, DS menargetkan dapat menambah jumlah single investor identity (SID) sebanyak 50 ribu. Saat ini menurutnya SID yang terdaftar di DS mencapai 65 ribu. Diakui Kiki jumlah ini sebenarnya sudah cukup besar dibanding banyak sekuritas lainnya, namun diakuinya belum maksimal melakukan transaksi efek. “Untuk itu, selain menambah jumlah SID, kami juga berupaya meningkatkan aktivitas investor yang sudah ada,” katanya.

Kiki juga menjeleskan, dalam rangka penguatan bisnis ritel pihaknya tengah serius mengembangkan sistem online trading syariah (D'ONE SOTS). Menurutnya pada 20 Februari 2020, DS resmi mendapatkan persetujuan dari Dewan Syariah Nasional Mejelis Ulama Indonesia dalam melakukan transaksi lewat sistem online trading syariah tersebut. “Kami pengembangan sistem ini juga menambah basis investor syariah di Indonesia,” urainya.

Seiring target penambahan jumlah SID, Danareksa Sekuritas berharap akan ada peningkatkan jumlah nilai transaksi secara total yang dikuasai dari saat ini sebesar 1,2% dari nilai transaksi di BEI menjadi minimal 2% di tahun ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 18 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia