Intiland Development Cetak Kenaikan Laba Bersih 74,42%
JAKARTA, Investor.id - PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan penurunan pendapatan usaha sebanyak 6,43% menjadi Rp 830,55 miliar hingga kuartal I-2020, dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 887,61 miliar. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan penjualan properti jadi faktor utama.
Meski demikian, perseroan justru berhasil mencetak lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 74,42% menjadi Rp 84,40 miliar, dibandingkan periode kuartal I tahun 2019 mencapai Rp 48,39 miliar,
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan terungkap bahwa penjualan properti gedung bertingkat (high rise building) terkoreksi 13,04% menjadi Rp 455,12 miliar, diikuti penjualan segmen perumahan turun 36,65% menjadi Rp 91,66 miliar, dan segmen kawasan industri tidak menyumbangkan pendapatan bagi perseroan selama periode Januari-Maret 2020.
“Meskipun begitu Intiland Development mendapatkan pemasukan tambahan pendapatan berulang dari produk residensial dengan peningkatan 1,53% menjadi Rp 159,63 miliar pada kuartal I-2020,” ungkap manajemen dalam laporanya, Minggu (14/6).
Terkait penerapan Pernyataan Standar AKuntansi Keuangan 72 (PSAK 72) tentang pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang terbaru juga memberikan tambahan kontribusi sebesar 14,9% atau sebesar Rp 124,1 miliar kepada perseroan. Sedangkan, beban pokok penjualan perseroan berhasil diturunkan menjadi Rp 482,67 miliar, sehingga Intiland Development meraih kenaikan laba kotor 11,13% menjadi Rp 347,88 miliar.
Perseroan juga berhasil meraup kenaikan laba usaha sebesar 27,58% menjadi Rp 234,94 miliar, dibandingkan kuartal I-2019 mencapai Rp 184,15 miliar. Tingginya kenaikan laba usaha didorong atas penurunan beban usaha penjualan dan administrasi, masing-masing sebesar 33,25% dan 7,49%.
“Alhasil perseroan berhasil meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang melonjak 74,42% menjadi Rp 84,40 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 48,39 miliar, dan meningkatkan laba per saham yakni Rp 8 per saham,” papar manajemen.
Sementara itu dari sisi neraca, total aset Intiland sebanyak Rp 15,92 triliun, yang terdiri dari aset lancar yakni Rp 4,64 triliun dan aset tidak lancar sejumlah Rp 11,28 triliun. Sedangkan pada total kewajiban yang harus penuhi perseroan meningkat 31.30% atau Rp 9,90 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler


