Adi Sarana di Jalur Tepat untuk Lanjutkan Pertumbuhan
JAKARTA, investor.id - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melanjutkan pertumbuhan seiring penguatan bisnis logistik di tengah tren peningkatan belanja masyarakat secara daring. Hal itu terlihat dari kinerja keuangan perseroan pada semester I-2021.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, pihaknya telah bertemu manajemen Adi Sarana, kemudian menyebutkan bahwa pesta belanja online pada 9 September lalu berdampak positif terhadap jumlah pengiriman barang yang ditangani perseroan melalui Anteraja.
Terlebih, selama belanja online tersebut, banyak ecommerce menawarkan diskon yang mendongkrak minat belanja masyarakat. Ajang belanja online tersebut mendorong lonjakan pengiriman paket yang ditangani Anteraja hingga 1,7 juta parcel per hari.
Angka tersebut melampaui pengiriman paket harian selama Lebaran yang berkisar 1-1,2 juta parcel dan rata-rata paket harian perseroan yang sebanyak 400-450 ribu per hari.
Pengiriman paket tersebut didukung oleh 19 ribu kurir yang terdaftar melalui Anteraja hingga Agustus 2021. Dengan total kurir tersebut, perseroan mampu menangani pengiriman paket berkisar 850 ribu hingga 1,36 juta per hari.
Adi Sarana melalui Anteraja juga telah menambah daya angkut paket dengan penambahan armada truk dan titik layanan.
Perseroan juga telah memanfaatkan fasilitas robotik untuk memilih barang yang akan dikirim.
“Dengan peningkatan kapasitas dan jumlah barang yang dikirim, Anteraja diproyeksikan membukukan laba operasional hingga akhir tahun ini,” tulis Ignatius dalam risetnya.
Adi Sarana juga telah memiliki ekosistem pengiriman barang yang terintegrasi mulai dari hub Anteraja, Titipaja, dan pergudangan. Perseroan juga menerapkan manajemen logistik yang lebih baik dibandingkan perusahaan pengiriman lainnya.
Selain peningkatan bisnis logistik, menurut dia, manajemen Adi Sarana juga mengungkapkan pertumbuhan bisnis penjualan mobil bekas. Begitu juga dengan bisnis mobil rental yang permintaannya mulai pulih dari sejumlah pelanggan.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan peningkatan laba bersih Adi Sarana menjadi Rp 191 miliar tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 87 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan bertumbuh dari Rp 3,03 triliun menjadi Rp 4,59 triliun. Baru-baru ini,
Adi Sarana kian gencar berkolaborasi untuk mendongkrak volume pengiriman barang. Kolaborasi terbaru dilakukan bersama Gojek dan Grab Indonesia.
Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, kolaborasi tersebut bakal berdampak pada volume pengiriman barang oleh Adi Sarana via Anteraja dalam jangka panjang.
“Kolaborasi akan membantu Anteraja meningkatkan jumlah pengiriman dan fleksibilitas paket, khususnya saat terjadi lonjakan pengiriman,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya.
Selain itu, menurut mereka, kolaborasi tersebut akan menciptakan diversifikasi sumber paket yang bakal ditangani perseroan. Anteraja berkolaborasi dengan GoSend instant dan GoSend Sameday untuk pengiriman paket di wilayah Jabodetabek mulai bulan ini Anteraja juga berkolaborasi dengan Grab untuk pengiriman barang di dalam kota. Fitur itu sudah tersedia di aplikasi Grab.
“Pelanggan Grab dapat mengirim paket dengan berat maksimal 50 kilogram (kg) ke seluruh Indonesia,” jelas Hasbie dan Willinoy.
Selain itu, Anteraja telah berkolaborasi dengan Ninja Xpress. Dengan kolaborasi tersebut didapatkan biaya pengiriman barang lebih murah sekitar 21% untuk sameday dan 42% untuk hari berikutnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, Trimegah Sekuritas mempertahankan proyeksi kenaikan laba bersih Adi Sarana menjadi Rp 167 miliar tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 87 miliar.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspektasi peningkatan pendapatan perseroan tahun ini dari Rp 3,03 triliun menjadi Rp 4,01 triliun.
Sebelumnya, Direktur Adi Sarana Armada Jany Candra mengatakan, perseroan kini mulai menggenjot bisnis rental dan lelang otomotif, selain memperkuat bisnis logistik.
Pada semester I-2021, bisnis lelang otomotif Adi Sarana melalui anak usahanya, PT JBA Indonesia, tumbuh 13% untuk lelang mobil atau mencapai 21 ribu unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren pertumbuhan ini diharapkan berlanjut hingga akhir 2021.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler



