Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Unik! Jumlah Emiten Saham Capai 777 dari Total 888 Perusahaan

Jumat, 11 Mar 2022 | 01:04 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3/2022), sebagai emiten saham ke-10 dan 11 pada tahun ini.

“Dengan tercatatnya saham dua perusahaan tersebut, maka jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI telah mencapai angka unik, yakni 777 perusahaan dari total 888 perusahaan tercatat (saham, obligasi, sukuk, dan efek beragun aset),” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Kamis (10/3/2022).

Baca juga: 10 Emiten Unggulan Raup Laba Rp 167,9 Triliun, Ini Daftarnya

Dia menegaskan, pencapaian tersebut tentunya menjadi hal yang menggembirakan bagi BEI di tengah pemulihan ekonomi yang masih terus berlangsung. Dengan penambahan jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI, mengindikasikan kepercayaan para pelaku bisnis kepada pasar modal Indonesia senantiasa terjaga dengan baik.

Advertisement

Pada tahun 2021, BEI juga telah memperoleh pencapaian yang menggembirakan di mana BEI menjadi bursa efek dengan pencapaian jumlah perusahaan tercatat saham tertinggi selama lima tahun terakhir di antara bursa Asean.

“Keberhasilan ini merupakan upaya seluruh stakeholders pasar modal yang disupervisi oleh OJK untuk terus berupaya menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif,” tutur Nyoman.

Baca juga: Emiten Beramai-ramai akan Rights Issue Rp 12,94 T

Sementara itu, hingga saat ini, telah tercatat saham 11 perusahaan di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai total Rp 3,13 triliun. Di samping itu, masih terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI dengan klasifikasi aset perusahaan merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 sebagai berikut:

• Satu perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar).

• 12 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50-250 miliar).

• 10 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar).

Baca juga: 28 Emiten Kena Suspensi Bursa, Gara-gara Apa?

Secara sektor, adalah sebagai berikut:

• Satu perusahaan dari sektor basic materials.

• Dua perusahaan dari sektor industrials.

• Satu perusahaan dari sektor transportation & logistic.

• Dua perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.

• Enam perusahaan dari sektor consumer cyclicals.

• Dua perusahaan dari sektor technology.

• Dua Perusahaan dari sektor healthcare.

• Tiga perusahaan dari sektor energy.

• Tiga perusahaan dari sektor properties & real estate.

• Satu perusahaan dari sektor infrastructure.

Selain pencatatan saham, hingga 10 Maret 2022, telah terdapat 22 emisi baru efek bersifat utang dan sukuk yang dicatatkan di BEI dan diterbitkan oleh 18 perusahaan dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 23,07 triliun.

“Sedangkan di pipeline efek bersifat utang dan sukuk juga masih terdapat 11 perusahaan yang berencana untuk menerbitkan 14 emisi efek bersifat utang dan sukuk,” ujar Nyoman.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com