Kamis, 14 Mei 2026

Ada 4 TipeInvestor, Kamu yang Mana Nih?

Penulis : Lona Olavia
18 Mar 2022 | 10:21 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi reksa dana.
Ilustrasi investasi reksa dana.

JAKARTA, investor.id - Terdapat berbagai tipe-tipe investor di dunia investasi dan setiap investor memiliki pandangannya sendiri mengenai cara menanggapi risiko investor yang ada. Hal ini juga akan membantu investor menentukan produk investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.

Ada dua aspek pertimbangan dalam berinvestasi, yaitu berdasarkan potensi keuntungan dan risiko. Jika pelaku pasar menemukan investasi yang layak untuk diinvestasikan, mereka perlu mempertimbangkan kedua hal tersebut sebelum berinvestasi.

Arti investor adalah setiap individu atau entitas lain yang menempatkan dana dengan harapan memperoleh pengembalian finansial.

Investor mengandalkan instrumen keuangan yang berbeda untuk mendapatkan pengembalian dan mencapai tujuan keuangannya masing-masing, mulai dari menyiapkan tabungan pensiun, mendanai pendidikan perguruan tinggi, atau sekedar mengumpulkan pendapatan tambahan dari waktu ke waktu.

ADVERTISEMENT

Sedangkan pengertian investor menurut para ahli adalah perorangan maupun lembaga yang melakukan kegiatan investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Pengertian tersebut dipaparkan oleh Nasarudin dan Surya pada tahun 2004 melalui bukunya yang berjudul “Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia”.

Dikutip dari Pintu Academy, Jumat (18/03/2022), berikut ini merupakan tipe-tipe investor yang ada di masyarakat. Kamu yang mana, nih?

1.Investor Konservatif

Investor konservatif merupakan tipe investor yang memiliki profil risiko paling rendah. Investor tipe ini memiliki ciri khas menginginkan investasi yang aman dan tingkat pengembalian cenderung stabil serta sangat takut mengurangi pokok investasi.

Umumnya, mereka yang termasuk ke dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru tertarik untuk berinvestasi. Investor seperti ini biasanya menempatkan tingkat keamanan di atas keuntungan yang dihasilkan.

2.Investor Moderat

Investor moderat adalah tipe investor yang memilih profil risiko sedang. Investor tipe ini pada umumnya merupakan investor yang menargetkan finansial jangka menengah dan siap terhadap tingkat pengembalian yang fluktuasinya tidak terlalu begitu signifikan.

Tipe investor ini masih belum terlalu berani untuk mengambil risiko tinggi. Untuk investor bertipe moderat, mereka masih memberikan toleransi terhadap risiko dalam berinvestasi. Tetapi, hal ini tidak berlaku untuk risiko yang tergolong besar. Kehadiran fluktuasi yang terjadi pada pasar aset pun sudah mulai dipahami investor tipe ini.

Umumnya, investor moderat selalu mencari proporsi yang seimbang antara pendapatan yang diterima dengan risiko yang mungkin terjadi. Investor dengan tipe ini juga selalu waspada dalam memilih jenis investasinya.

3.Investor Agresif

Investor agresif adalah tipe investor yang memiliki prinsip high risk-high gain. Tipe ini cenderung mencari imbal hasil yang tinggi atau dengan kata lain tipe ini berani untuk mengambil risiko investasi yang tinggi.

Investor tipe ini selalu siap jika investasinya berkurang bahkan hilang untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi. Umumnya, tipe investor seperti ini merupakan investor yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Tipe investor agresif ini adalah mereka yang sudah biasa berhadapan dengan fluktuasi harga pasar aset, bahkan terhadap fluktuasi yang ekstrim. Tipe investor agresif ini juga tidak pernah takut untuk menyimpan modal miliknya di instrumen investasi yang memiliki profil risiko tinggi.

4.Sleeping Investor

Sleeping investor artinya investor yang memperoleh keuntungan besar tanpa harus melakukan banyak hal. Istilah ini mulai terkenal belakangan di dunia investasi, terutama aset saham.

Tipe investor ini biasanya menjadi investor jangka panjang. Tidak hanya sebagai bentuk investasi, tetapi investor tipe ini juga mempunyai kondisi kesehatan psikologis yang stabil dikarenakan tidak terlalu berpikir berat untuk memantau pergerakan aset secara berlebihan.

Menjadi sleeping investor dapat diawali dengan modal yang kecil sesuai dengan kemampuan finansial. Untuk menjadi sleeping investor harus memahami fundamental keuangan dan model investasi yang ingin dibeli.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 55 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia